BERITA TERKINI
Indonesia–Prancis Perkuat Tindak Lanjut Kolaborasi Pendidikan Tinggi dan Riset

Indonesia–Prancis Perkuat Tindak Lanjut Kolaborasi Pendidikan Tinggi dan Riset

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperluas jejaring kerja sama internasional untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi, riset, inovasi, serta pemanfaatan hasil penelitian agar berdampak bagi masyarakat.

Komitmen itu ditegaskan dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone dan Chief Executive Officer (CEO) Institut de Recherche pour le Développement (IRD) Valérie Verdier di Kantor Kemdiktisaintek, Kamis (4/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Prancis di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan riset. Kedua pihak menegaskan komitmen untuk meningkatkan kolaborasi penelitian, memperluas mobilitas akademik, serta memperkuat kemitraan antarlembaga pendidikan tinggi dan penelitian guna menghasilkan solusi atas tantangan pembangunan yang dihadapi kedua negara.

Brian Yuliarto menyatakan Indonesia menyambut baik semakin eratnya kerja sama dengan Prancis, terutama dalam pengembangan riset yang berorientasi pada solusi dan dampak bagi masyarakat.

“Biodiversitas dan sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia merupakan keunggulan strategis yang dapat dikombinasikan dengan kekuatan teknologi dan kapasitas riset yang dimiliki Prancis. Kolaborasi ini akan membuka peluang lahirnya inovasi-inovasi baru yang dapat menghasilkan riset berkualitas sekaligus mendukung hilirisasi hasil penelitian ke sektor industri,” ujar Brian.

Ia juga mendorong peningkatan program mobilitas akademik, termasuk peluang menghadirkan lebih banyak profesor dan peneliti internasional untuk mengajar, melakukan riset bersama, serta membangun jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami membuka peluang yang lebih luas bagi profesor dan peneliti dari Prancis untuk menjadi visiting professor di perguruan tinggi Indonesia. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional sangat penting untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan kapasitas riset nasional,” tambahnya.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone menegaskan pendidikan, penelitian, dan mobilitas akademik menjadi salah satu prioritas utama dalam kemitraan strategis kedua negara. Ia menyampaikan komitmen yang telah dibangun oleh kedua kepala negara perlu diterjemahkan ke dalam program-program konkret yang memberi manfaat bagi Indonesia dan Prancis.

Penone juga menyatakan Prancis terus mendorong perluasan kerja sama penelitian dengan Indonesia, termasuk melalui keterlibatan berbagai lembaga penelitian Prancis dan pengembangan kolaborasi pada bidang-bidang strategis yang menjadi kepentingan bersama.

Sementara itu, CEO IRD Valérie Verdier menyampaikan IRD telah menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia selama lima dekade. Sejumlah mitra IRD antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan IPB University, serta institusi akademik dan penelitian lainnya.

Menurut Verdier, kolaborasi tersebut mencakup bidang-bidang strategis seperti geosains dan mitigasi risiko bencana, kelautan dan maritim, biodiversitas, konservasi lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan. Kemitraan itu ditujukan untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat dikembangkan menjadi inovasi dan solusi guna mendukung pembangunan serta pengambilan kebijakan berbasis sains.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas pelaksanaan Implementation Arrangement antara Kemdiktisaintek dan IRD sebagai tindak lanjut kerja sama Indonesia–Prancis. Kesepakatan ini diharapkan menjadi landasan operasional untuk memperkuat berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan riset.

Kerja sama tersebut diharapkan memperluas peluang penelitian bersama, mobilitas akademik, pertukaran peneliti, serta pengembangan program-program kolaboratif yang didukung melalui mekanisme pendanaan bersama sesuai prioritas kedua negara.

Selain melanjutkan kolaborasi yang telah berjalan, kedua pihak juga membahas peluang pengembangan kerja sama pada bidang strategis masa depan, termasuk kecerdasan artifisial (AI), teknologi kuantum, teknologi antariksa, teknologi nuklir, serta bidang strategis lain yang menjadi kepentingan bersama.

Penguatan kemitraan Indonesia–Prancis ini disebut sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak yang menempatkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai penggerak transformasi bangsa. Melalui kolaborasi internasional, Kemdiktisaintek mendorong riset dan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan nasional, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat.