BERITA TERKINI
Indonesia Luncurkan Domain Khusus AI .ai.id, Ini Tahapan Pendaftarannya

Indonesia Luncurkan Domain Khusus AI .ai.id, Ini Tahapan Pendaftarannya

Indonesia resmi memiliki domain internet khusus untuk ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) melalui peluncuran .ai.id. Domain ini merupakan domain tingkat kedua berbasis kode negara (ccTLD) yang dirancang sebagai identitas digital ekosistem AI suatu negara.

Peluncuran .ai.id merupakan hasil kolaborasi antara Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). Inisiatif ini disebut sebagai tonggak penting dalam Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia yang menargetkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan AI terbesar di Asia Tenggara pada 2030.

Ketua Umum Korika Hammam Riza menyatakan peluncuran .ai.id tidak sekadar menghadirkan domain baru, melainkan juga menjadi bagian dari upaya membangun kedaulatan digital. Korika mendorong agar startup, peneliti, dan pelaku AI di Indonesia memiliki ruang identitas digital yang merepresentasikan kompetensi di bidang AI.

Sebelumnya, pada 26 Mei 2026, Korika bersama Pandi menggelar panel diskusi terkait peluncuran .ai.id. Dalam kesempatan itu, Shidiq Purnama dari Pandi menyampaikan dukungan terhadap inisiatif tersebut sebagai langkah strategis memperkuat identitas digital Indonesia di tingkat global.

Korika menilai selama ini banyak startup, pengembang, hingga institusi riset AI di Indonesia masih menggunakan domain generik .ai yang secara teknis merupakan kode negara Anguilla. Kondisi ini dinilai menciptakan paradoks karena industri AI Indonesia berkembang, namun identitas digital yang dipakai merujuk pada negara lain.

Berdasarkan Indonesia AI Report 2025, sekitar 45% pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI dengan pertumbuhan 47% secara year-on-year. Korika juga menyebut saat ini menaungi lebih dari 4.000 anggota komunitas, dengan sekitar 300 anggota aktif yang telah terverifikasi resmi, dan ekosistem ini disebut akan menjadi pengguna awal domain .ai.id.

Menurut Korika, kehadiran .ai.id diharapkan menjadi simbol kredibilitas sekaligus identitas digital AI Indonesia, termasuk membantu investor maupun mitra internasional mengenali perusahaan AI asal Indonesia dengan lebih jelas. Korika juga menilai domain ini berpotensi menjadi infrastruktur kepercayaan bagi layanan AI nasional, serupa dengan peran .gov.id bagi institusi pemerintah dan .ac.id untuk perguruan tinggi.

Tahapan pendaftaran .ai.id

Korika membuka proses pra-pendaftaran domain .ai.id secara bertahap melalui situs domain.ai.id dengan empat fase pendaftaran.

Fase pertama adalah Sunrise yang berlangsung pada 2 Juni hingga 2 Juli 2026. Tahap ini diprioritaskan bagi pemilik merek dagang terdaftar di Indonesia untuk melindungi identitas brand mereka.

Fase kedua, Grandfather, dibuka pada 13 Juli hingga 13 Agustus 2026. Fase ini dikhususkan bagi pemilik domain .id aktif yang ingin mengamankan versi .ai.id dari domain yang telah dimiliki sebelumnya.

Berikutnya, fase Landrush berlangsung pada 24 Agustus hingga 24 September 2026. Pada tahap ini, masyarakat umum dapat memperoleh nama domain strategis melalui skema harga premium.

Fase terakhir adalah General Availability yang dimulai pada 5 Oktober 2026. Pendaftaran dibuka untuk publik melalui registrar resmi Pandi dengan sistem first come, first served.

Korika menyebut, apabila terdapat lebih dari satu pihak yang mengajukan nama domain yang sama, penentuan akan dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka.

Alexander, yang disebut sebagai representatif brand domain.ai.id, menyatakan pihaknya siap melayani tingginya antusiasme masyarakat dan memastikan proses registrasi .ai.id berjalan lancar bagi calon pengguna.