BERITA TERKINI
Indonesia dan Prancis Sepakati Penguatan Pendidikan Tinggi, Riset, dan Mobilitas Akademik pada 2026

Indonesia dan Prancis Sepakati Penguatan Pendidikan Tinggi, Riset, dan Mobilitas Akademik pada 2026

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis membuka peluang kerja sama bilateral di bidang pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan talenta. Dalam pertemuan kedua kepala negara, pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, serta mobilitas akademik ditegaskan sebagai salah satu prioritas utama kerja sama Indonesia dan Prancis.

Kesepakatan tersebut dipandang menjadi landasan bagi penguatan kapasitas riset, pengembangan sumber daya manusia unggul, serta peningkatan daya saing Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyambut hasil pertemuan tersebut. Menurutnya, penguatan kemitraan ini menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring internasional perguruan tinggi Indonesia sekaligus mempercepat transformasi pendidikan tinggi agar lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kerja sama Indonesia dan Prancis dalam pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing bangsa. Kolaborasi ini akan mendorong pengembangan riset unggulan, peningkatan kualitas SDM, serta mempercepat hilirisasi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Brian dalam siaran pers, Jumat (29/5/2026).

Komitmen kedua negara dituangkan dalam Joint Declaration on Education, Research, and Mobility yang diadopsi Indonesia dan Prancis. Melalui deklarasi tersebut, kedua pihak bersepakat memperluas kolaborasi pada pendidikan tinggi, riset, dan mobilitas akademik.

Kerja sama ini diharapkan membuka lebih banyak peluang pertukaran mahasiswa dan dosen, memperkuat kolaborasi penelitian, pengembangan inovasi, serta mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi.

Indonesia dan Prancis juga menyambut penyelenggaraan Joint Working Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship yang dijadwalkan berlangsung di Angers, Prancis, pada Juli 2026. Forum tersebut dirancang sebagai wadah untuk merumuskan inisiatif konkret yang memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi, pusat riset, industri, serta ekosistem inovasi kedua negara.

Selain itu, kedua negara menempatkan penguatan inovasi sebagai agenda strategis melalui penyelenggaraan France–Indonesia Year of Innovation 2026. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas teknologi, mendorong pengembangan industri masa depan, serta mempercepat hilirisasi hasil riset melalui kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan dunia usaha.

Dalam pernyataan bersama, Indonesia juga menyampaikan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama riset dan inovasi dengan Prancis dalam pengembangan ekosistem energi nuklir yang aman dan berkelanjutan. Langkah ini disebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kapasitas sains dan teknologi nasional guna mendukung agenda pembangunan jangka panjang.

Penguatan kerja sama dengan Prancis dinilai sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya inovasi dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan. Melalui kolaborasi internasional yang semakin luas, perguruan tinggi Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, tetapi juga memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pengembangan teknologi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.