BERITA TERKINI
Indonesia dan Prancis Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi

Indonesia dan Prancis Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperluas jejaring kerja sama internasional untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi, riset, inovasi, serta pemanfaatan hasil penelitian agar berdampak bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone serta Chief Executive Officer (CEO) Institut de Recherche pour le Développement (IRD) Valérie Verdier di Kantor Kemdiktisaintek, Kamis (4/6).

Pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Prancis di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan riset. Kedua pihak menegaskan komitmen meningkatkan kolaborasi penelitian, memperluas mobilitas akademik, serta memperkuat kemitraan antarlembaga pendidikan tinggi dan penelitian guna menghasilkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi kedua negara.

Brian Yuliarto menyampaikan Indonesia menyambut baik semakin eratnya hubungan kerja sama dengan Prancis, khususnya dalam pengembangan riset yang berorientasi pada solusi dan dampak bagi masyarakat. Ia menilai biodiversitas dan sumber daya mineral Indonesia merupakan keunggulan strategis yang dapat dikombinasikan dengan kekuatan teknologi dan kapasitas riset Prancis.

“Biodiversitas dan sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia merupakan keunggulan strategis yang dapat dikombinasikan dengan kekuatan teknologi dan kapasitas riset yang dimiliki Prancis. Kolaborasi ini akan membuka peluang lahirnya inovasi-inovasi baru yang dapat menghasilkan riset berkualitas sekaligus mendukung hilirisasi hasil penelitian ke sektor industri,” ujar Brian.

Selain itu, Brian mendorong peningkatan program mobilitas akademik, termasuk peluang menghadirkan lebih banyak profesor dan peneliti internasional untuk mengajar, melakukan riset bersama, serta membangun jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia. Kemdiktisaintek juga membuka peluang lebih luas bagi profesor dan peneliti dari Prancis untuk menjadi visiting professor di perguruan tinggi Indonesia.

“Kami membuka peluang yang lebih luas bagi profesor dan peneliti dari Prancis untuk menjadi visiting professor di perguruan tinggi Indonesia. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional sangat penting untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan kapasitas riset nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Dubes Prancis Fabien Penone menegaskan pendidikan, penelitian, dan mobilitas akademik menjadi salah satu prioritas utama dalam kemitraan strategis kedua negara. Ia menyampaikan komitmen yang telah dibangun oleh kedua kepala negara perlu diterjemahkan ke dalam program-program konkret yang memberi manfaat bagi Indonesia dan Prancis.

Penone juga menyatakan Prancis terus mendorong perluasan kerja sama penelitian dengan Indonesia melalui keterlibatan berbagai lembaga penelitian Prancis dan pengembangan kolaborasi pada bidang-bidang strategis yang menjadi kepentingan bersama.

Di kesempatan yang sama, CEO IRD Valérie Verdier menyampaikan bahwa selama lima dekade IRD telah menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia. Sejumlah mitra IRD antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan IPB University, serta institusi akademik dan penelitian lainnya.

Menurut Verdier, kolaborasi tersebut mencakup bidang strategis seperti geosains dan mitigasi risiko bencana, kelautan dan maritim, biodiversitas, konservasi lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan. Kemitraan itu bertujuan menghasilkan pengetahuan yang dapat dikembangkan menjadi inovasi dan solusi untuk mendukung pembangunan serta pengambilan kebijakan berbasis sains.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas pelaksanaan Implementation Arrangement antara Kemdiktisaintek dan IRD sebagai tindak lanjut kerja sama yang telah terjalin. Kesepakatan ini diharapkan menjadi landasan operasional untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan riset.

Kerja sama itu diharapkan memperluas peluang penelitian bersama, mobilitas akademik, pertukaran peneliti, serta pengembangan program-program kolaboratif yang didukung melalui mekanisme pendanaan bersama sesuai prioritas kedua negara.

Selain melanjutkan kerja sama yang telah berjalan, Indonesia dan Prancis juga membahas peluang pengembangan kolaborasi pada bidang strategis masa depan, termasuk kecerdasan artifisial (AI), teknologi kuantum, teknologi antariksa, dan teknologi nuklir, serta bidang strategis lain yang menjadi kepentingan bersama.

Penguatan kemitraan Indonesia–Prancis ini disebut sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak yang menempatkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai penggerak transformasi bangsa. Melalui kolaborasi internasional, Kemdiktisaintek mendorong riset dan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan nasional, peningkatan daya saing, dan kesejahteraan masyarakat.