Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan terhadap kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun ke sejumlah aplikasi digital yang dinilai berisiko tinggi.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 dan dijadwalkan mulai berlaku pada 28 Maret 2026. Pada tahap awal, terdapat delapan aplikasi yang menjadi sasaran pembatasan akses bagi anak-anak.
Daftar aplikasi yang disebut meliputi YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X (dahulu Twitter), Bigo Live, dan Roblox.
Pramono menilai aturan itu sebagai langkah positif untuk melindungi anak dari dampak negatif penggunaan gawai secara berlebihan. Ia mengatakan mendukung penuh peraturan tersebut, meski mengakui pelaksanaannya di lapangan kemungkinan tidak akan berjalan sempurna.
“Saya akan memberikan support dukungan sepenuhnya. Karena peraturan menteri itu menurut saya baik. Walaupun nanti dalam pelaksanaan di lapangan belum bisa katakanlah 100 persen karena ini kan sudah apa ya, bagi sebagian anak ini sudah menjadi budaya,” kata Pramono.
Ia menilai penggunaan media sosial dan gawai telah menjadi bagian dari keseharian anak-anak. Namun, Pramono meyakini pembatasan tersebut tetap dapat membawa dampak baik, terutama untuk mencegah kecanduan perangkat digital.
“Tetapi dengan pembatasan ini, saya yakin akan memberikan kebaikan terutama bagi anak itu sendiri. Karena sekarang ini banyak anak-anak yang betul-betul apa, eh kecanduan gadget,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyinggung kampanye “mudik ke Jakarta” yang tengah digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program itu ditujukan untuk mendorong warga yang tetap berada di Jakarta saat libur Lebaran agar memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang lebih produktif.
Menurut Pramono, dibandingkan pulang kampung hanya untuk bertemu keluarga sambil bermain gawai, masyarakat dapat tetap berkomunikasi melalui panggilan video dan mengalokasikan biaya perjalanan untuk kebutuhan lain yang dinilai lebih bermanfaat.
“Maka kenapa saya juga mencanangkan mudik ke Jakarta, daripada ketemu keluarganya cuma main gadget, lebih baik video call sama keluarganya, tetapi biaya untuk pulang bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif,” kata dia.