Google disebut sedang menguji fitur baru di Google Discover yang memungkinkan pengguna menyusun aliran konten (feed) secara mandiri dengan bantuan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI). Jika diterapkan, pendekatan ini berpotensi menggeser dominasi algoritma yang selama ini bekerja secara pasif dalam menentukan rekomendasi berita dan artikel.
Temuan mengenai fitur tersebut muncul setelah tim Android Authority melakukan pembongkaran kode (APK teardown) pada aplikasi Google versi beta terbaru. Dalam ulasan yang diterbitkan pada 10 Desember, mereka menemukan fitur bernama make your own feed dengan mekanisme yang berbeda dari sistem Google Discover saat ini.
Selama ini, Google Discover menampilkan konten berdasarkan perkiraan minat pengguna yang ditarik dari riwayat pencarian dan aktivitas menjelajah situs. Namun, cara tersebut dinilai kerap menghasilkan rekomendasi yang kurang relevan atau tidak menarik bagi pengguna.
Dalam pengembangan terbarunya, Google menawarkan pola yang lebih aktif dan interaktif, menyerupai cara pengguna berkomunikasi dengan layanan seperti ChatGPT atau Gemini. Disebutkan, pengguna akan menemukan tombol create di laman Discover untuk membantu menentukan jenis artikel atau situs yang ingin direkomendasikan.
Melalui fitur ini, Google akan mengurasi artikel dan video yang dianggap relevan, lalu menampilkannya pada tab khusus. Feed hasil permintaan pengguna tersebut akan muncul terpisah dari laman Discover utama maupun dari laman Following.
Selain di Discover, Google juga dilaporkan menguji pendekatan serupa di YouTube. Pada layanan berbagi video itu, pengguna nantinya dapat meminta AI membuat feed video berdasarkan topik yang sangat spesifik melalui perintah teks.
Uji coba ini dipandang sebagai bagian dari upaya Google untuk mengintegrasikan kemampuan model bahasa besar (LLM) mereka lebih dalam ke ekosistem produk konsumen, sekaligus memberi kendali lebih besar kepada pengguna dalam menyaring informasi sesuai minat.
Meski sudah ramai diperbincangkan, Google belum mengungkap jadwal peluncuran fitur tersebut. Saat ini, layanan itu masih berada di versi beta sehingga baru tersedia untuk sebagian kecil pengguna.