Google memperbarui Opal, platform vibe-coding miliknya, dengan menghadirkan fitur workflow otomatis yang memungkinkan pengguna membuat mini aplikasi tanpa perlu menulis kode. Melalui pembaruan ini, Google memperkenalkan agen AI yang dapat merencanakan sekaligus mengeksekusi tugas hanya berdasarkan perintah berbasis teks.
Menurut laporan TechCrunch, fitur workflow otomatis tersebut ditenagai model Gemini 3 Flash. Model ini memungkinkan sistem memilih alat (tools) yang diperlukan secara otomatis untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu, sehingga pengguna tidak perlu menyusun langkah teknis secara rinci.
Dalam mekanismenya, sistem akan memahami instruksi pengguna, menentukan tahapan kerja, lalu menjalankannya secara mandiri. Sebagai contoh, agen dapat memanfaatkan Google Sheets untuk menyimpan data lintas sesi, seperti daftar belanja atau catatan sederhana, sehingga informasi tetap tersimpan dan dapat diakses kembali.
Fitur ini juga dirancang interaktif. Jika instruksi dinilai belum lengkap, agen akan meminta klarifikasi atau menawarkan opsi tindakan berikutnya. Pendekatan tersebut ditujukan agar proses pembuatan aplikasi terasa lebih intuitif, termasuk bagi pengguna nonteknis.
Opal pertama kali diluncurkan pada Juli 2025 di Amerika Serikat, sebelum kemudian diperluas ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada akhir 2025, Google juga mengintegrasikan Opal ke aplikasi web Gemini melalui editor visual, sehingga pengguna dapat membuat aplikasi kustom tanpa kemampuan coding.