BERITA TERKINI
Google Cloud Bentuk Koridor Inovasi Startup AI Asia Tenggara–Silicon Valley, Dimulai Agustus 2026

Google Cloud Bentuk Koridor Inovasi Startup AI Asia Tenggara–Silicon Valley, Dimulai Agustus 2026

Google Cloud bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Enterprise Singapore (EnterpriseSG), Vietnam National Innovation Center (NIC), dan Startup and Innovation Hub (SIHUB) meluncurkan inisiatif untuk menghubungkan startup kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara dengan ekosistem teknologi Silicon Valley. Inisiatif ini akan dijalankan melalui program Google for Startups Accelerator: Southeast Asia yang dijadwalkan mulai pada Agustus 2026.

Program akselerator tersebut akan memilih 25 startup untuk mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga bulan tanpa pengambilan ekuitas (equity-free). Peserta dijanjikan akses ke sumber daya teknologi, pelatihan, pendampingan teknis, serta jaringan investor global untuk mempercepat pengembangan bisnis berbasis AI.

Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, menyatakan program Google for Startups selama ini telah membantu sejumlah startup Indonesia meningkatkan kapabilitas rekayasa AI dan mengembangkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.

“Program Google for Startups telah menunjukkan dampak nyata dalam membantu startup Indonesia meningkatkan kapabilitas AI engineering mereka untuk mengembangkan solusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Veronica.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Komdigi dalam koridor inovasi ini ditujukan untuk memperluas akses para pendiri startup Indonesia terhadap sumber daya kelas dunia dan pusat teknologi global.

“Kolaborasi kami dengan Komdigi dalam koridor inovasi ini akan menghubungkan lebih banyak founder lokal dengan sumber daya kelas dunia dan pusat teknologi global, sehingga mereka dapat membangun, memiliki, dan mengembangkan solusi yang mendukung prioritas nasional serta menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragam,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, para founder akan mengikuti residensi intensif di California. Mereka dijadwalkan mendapatkan pendalaman teknis di kampus Google di Mountain View dan San Francisco, serta berinteraksi dengan jaringan venture capital di Sand Hill Road dan Palo Alto. Program ini dirancang untuk membantu startup menyempurnakan produk sesuai standar global sekaligus membangun koneksi strategis untuk ekspansi internasional.

Google Cloud juga menyiapkan dukungan teknologi bagi startup terpilih, termasuk akses ke teknologi AI Google Cloud seperti Tensor Processing Units (TPUs), Agentic Data Cloud, Gemini Enterprise Agent Platform, dan Google Antigravity. Selain itu, peserta berkesempatan memperoleh cloud credits hingga US$350.000 untuk mendukung pengembangan dan pelatihan model AI.

Program ini turut menawarkan akses awal ke model AI generasi terbaru Google, termasuk Gemini 3.5, serta berbagai tools agentic enterprise sebelum tersedia secara luas di pasar. Rangkaian kegiatan juga mencakup bootcamp teknis yang membahas agentic coding, AI context engineering, large language model operations (LLMOps), dan orkestrasi sistem multi-agent.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menilai penguatan ekosistem AI menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi digital nasional.

“Penguatan ekosistem AI menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Sebagai salah satu ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia terus mendorong pengembangan dan adopsi solusi AI yang memberikan dampak nyata di berbagai sektor strategis, termasuk pendidikan, ketahanan pangan, dan kesehatan,” ujarnya.

Edwin menambahkan, dukungan berkelanjutan dari Google Cloud diharapkan membantu semakin banyak founder Indonesia membangun inovasi digital dengan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain pemerintah dan lembaga ekosistem, program ini juga melibatkan mitra seperti venture capital, konglomerasi, unicorn, dan konsultan spesialis. Peran mereka antara lain membantu startup menghadapi tantangan bisnis, mulai dari pengelolaan kekayaan intelektual hingga strategi pertumbuhan. Di akhir program, startup akan mendapat kesempatan mempresentasikan produk kepada investor dan pelanggan enterprise melalui demo day serta startup summit yang diselenggarakan Google di Singapura.

Melalui koridor inovasi Asia Tenggara–Silicon Valley ini, Google Cloud dan para mitra menargetkan percepatan lahirnya startup AI regional yang mampu bersaing secara global, sekaligus menghadirkan solusi teknologi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan industri di Asia Tenggara.