BERITA TERKINI
Gelombang PHK di Perusahaan Teknologi pada Mei 2026, Sejumlah Perusahaan Ubah Strategi di Tengah Perkembangan AI

Gelombang PHK di Perusahaan Teknologi pada Mei 2026, Sejumlah Perusahaan Ubah Strategi di Tengah Perkembangan AI

Sejumlah perusahaan teknologi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Perusahaan Challenger, Gray & Christmas memperkirakan sedikitnya 38.242 pekerja terdampak PHK selama Mei 2026.

Meski demikian, Chief Revenue Officer Challenger, Gray & Christmas Andy Challenger menyatakan sektor teknologi tetap menjadi bidang dengan rencana perekrutan terbanyak pada tahun ini.

Menurut laporan yang dikutip dari Yahoo Tech pada Senin (8/6/2026), Groupon berencana memangkas sekitar 25 persen pekerjanya sebagai bagian dari restrukturisasi dan upaya membangun kembali perusahaan sebagai perusahaan berbasis AI.

Meta juga mulai memberhentikan 8.000 karyawan dan berencana menutup 6.000 posisi yang masih terbuka. Langkah itu disebut dilakukan untuk memberi ruang lebih besar bagi pengeluaran AI. Keputusan serupa turut dilakukan Webflow, perusahaan pembuat dan penyedia layanan hosting situs web.

“AI sedang menulis ulang aturan tentang bagaimana tim pemasaran membuat, menguji, dan mengoptimalkan pengalaman digital. Dan perusahaan yang bergerak tegas dalam momen seperti ini adalah yang akan unggul,” kata CEO Webflow Linda Tong dalam keterangannya.

Sementara itu, pembuat situs web Wix mengurangi 20 persen pekerja pada periode yang sama. Salah satu pendiri sekaligus CEO Wix, Avishai Abrahami, menyampaikan pemangkasan tersebut dipicu perubahan AI terhadap industri. Sekitar 1.000 posisi diperkirakan terdampak.

“Kami perlu menjadi organisasi yang lebih cepat, ramping, dan datar,” ujar Abrahami.

Intuit juga disebut akan memberhentikan 3.000 karyawan, atau sekitar 17 persen dari tenaga kerjanya. CEO Intuit Sasan Goodarzi, melalui memo kepada karyawan, menyatakan PHK dilakukan untuk membantu perusahaan memusatkan perhatian pada integrasi AI di seluruh layanannya.

Amazon kembali melakukan pemangkasan pekerjaan setelah sebelumnya memangkas sekitar 30.000 pekerja dalam beberapa gelombang pada Oktober dan Januari. Adapun Cisco mem-PHK hampir 4.000 pekerjaan pada kuartal keempat. Karyawan terdampak akan menerima pembayaran bonus 2026 secara proporsional dan dukungan untuk mencari peluang baru melalui layanan penempatan Cisco.

“Meskipun kami mengurangi peran di beberapa area, kami melakukan investasi strategis yang jelas terutama dalam silikon, optik, keamanan, dan penggunaan AI oleh karyawan kami di seluruh perusahaan,” kata CEO Cisco Chuck Robbins.

LinkedIn juga dilaporkan berencana memangkas 5 persen stafnya atau sekitar 875 karyawan. Alasannya, reorganisasi tim dan memfokuskan karyawan pada area bisnis yang sedang berkembang. Namun, salah satu sumber menyebut alasan tersebut bukan karena AI menggantikan pekerjaan di LinkedIn.

Gelombang PHK juga terjadi di Cloudflare, yang disebut berdampak pada lebih dari 1.100 karyawan. PayPal pun akan memberhentikan 4.800 pekerja.

“Pertama, kami akan menghilangkan duplikasi dan lapisan dalam struktur organisasi kami. Kedua, kami akan mempercepat adopsi AI dan otomatisasi di seluruh operasi kami,” jelas CEO PayPal Enrique Lores.

Platform kripto Coinbase turut memberhentikan 700 karyawan atau sekitar 14 persen stafnya. CEO Coinbase Brian Armstrong menyebut kondisi pasar saat ini serta perubahan cara kerja akibat AI sebagai alasan PHK.

Pada April 2026, Microsoft menawarkan program buyout pertama bagi hingga 7 persen karyawannya. Program pensiun satu kali itu ditujukan bagi pekerja dari level senior director ke bawah dengan usia dan masa kerja tertentu.

Di luar perusahaan teknologi murni, Nike mengumumkan pengurangan sekitar 1.400 posisi kerja dalam operasional globalnya, dengan sebagian besar pemangkasan terjadi di divisi teknologi. Redwood Materials juga memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja atau sekitar 135 orang untuk menyesuaikan fokus dan arah bisnis.

Disney memangkas 1.000 pekerjaan hanya dua bulan setelah pergantian CEO. Pada saat yang sama, unit Marvel juga mengurangi sekitar 8 persen tenaga kerjanya.