Ketidakpastian jadwal dan status penerbangan kerap menjadi salah satu keresahan pelancong sebelum terbang. Tidak jarang, penerbangan mendadak mengalami penundaan bahkan pembatalan, sementara informasi dari maskapai maupun bandara dinilai sering terlambat diterima penumpang.
Di tengah kondisi tersebut, penggunaan aplikasi atau situs web pelacak penerbangan belakangan populer di kalangan pelancong. Platform semacam ini memungkinkan penumpang memantau status penerbangan tanpa harus menunggu pengumuman di bandara.
Salah satu yang banyak digunakan, terutama di Amerika Serikat, adalah Flighty. Aplikasi dan situs web ini menyediakan informasi status penerbangan. Melalui fitur baru bernama Airport Intelligence, Flighty juga menawarkan informasi mengenai alasan atau kendala yang menyebabkan penerbangan terlambat atau dibatalkan.
Dalam keterangannya, Flighty menyebut maskapai kerap menahan informasi penundaan hingga mendekati waktu keberangkatan. Aplikasi ini mengklaim melacak pesawat yang akan digunakan hingga 25 jam sebelum jadwal penerbangan, sehingga dapat memprediksi waktu keberangkatan terbaru lebih awal dibanding pemberitahuan resmi maskapai.
Sejumlah fitur yang ditawarkan Flighty antara lain prediksi status dan jadwal penerbangan berbasis AI, termasuk perkiraan kendala penyebab penundaan. Aplikasi ini juga disebut dapat menyampaikan informasi hingga enam jam lebih awal sebelum pengumuman resmi maskapai.
Selain itu, Flighty menggunakan data kontrol lalu lintas udara yang mencakup detail pemberhentian, cuaca, hingga masalah di lingkup bandara. Pengguna juga dapat mengecek informasi gerbang keberangkatan (gate), sabuk bagasi, serta kode pemesanan dalam satu aplikasi.
Flighty turut menyediakan peta untuk membantu navigasi ke lebih dari 14 ribu bandara yang terdaftar. Melalui peta tersebut, penumpang dapat mengecek status penerbangan di bandara keberangkatan. Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna membagikan status penerbangan kepada orang lain, seperti penjemput, agar lebih mudah memperkirakan waktu kedatangan.
Fitur lain yang tersedia adalah pelacakan log atau riwayat penerbangan, termasuk jenis pesawat yang sering digunakan pengguna, jumlah penerbangan, hingga durasi perjalanan.
Popularitas aplikasi pelacakan perjalanan dinilai berkaitan dengan kebutuhan penumpang akan informasi yang cepat dan mudah diakses, sementara transparansi dari maskapai dan bandara dianggap belum selalu memadai. Pakar dari AirAdvisor, Anton Radchenko, mengatakan penumpang semakin menginginkan visibilitas real-time, terutama saat terjadi gangguan.
Radchenko menambahkan, bagi pelancong, bukan hanya informasi bahwa penerbangan terlambat yang penting, tetapi juga alasan di baliknya. Menurutnya, visibilitas semacam itu memberi penumpang kendali lebih besar di tengah sistem maskapai yang dinilai kurang terbuka, terlebih ketika situasi penerbangan belakangan diwarnai berbagai masalah seperti penutupan wilayah udara, demonstrasi, hingga gangguan operasional.