Festival Inovasi Pemuda Kota Ho Chi Minh 2026 akan digelar pada 30–31 Mei di Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Sains dan Teknologi Kota Ho Chi Minh bekerja sama dengan Persatuan Pemuda Kota Ho Chi Minh.
Wakil Direktur Departemen Sains dan Teknologi Kota Ho Chi Minh, Vo Minh Thanh, menekankan bahwa sains, teknologi, inovasi, dan transformasi digital telah menjadi pendorong penting pembangunan negara. Ia menyatakan, Kota Ho Chi Minh berfokus menciptakan kondisi bagi kaum muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang sains dan teknologi.
Festival yang memasuki penyelenggaraan ke-17 ini diikuti 23 unit peserta, dengan lebih dari 400 model, produk, solusi, serta ide inovatif dari berbagai bidang. Menurut Vo Minh Thanh, festival selama bertahun-tahun menjadi wadah bagi anggota serikat pemuda, siswa, dan mahasiswa untuk memamerkan inisiatif sekaligus berinteraksi, belajar, serta berbagi pengalaman dalam penelitian dan penerapan teknologi.
Ia juga menyoroti meningkatnya jumlah anak muda di Kota Ho Chi Minh yang mulai menekuni bidang-bidang teknologi strategis, seperti kecerdasan buatan, robotika, otomatisasi, big data, bioteknologi, hingga teknologi lingkungan. Tren tersebut dinilai mencerminkan semangat belajar proaktif, aspirasi kreatif, dan rasa tanggung jawab generasi muda.
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh, Profesor Madya Phan Tai Huan, menyebut bahwa di tengah globalisasi, kaum muda tidak hanya membutuhkan semangat kreatif, tetapi juga kemampuan berintegrasi, bekerja di lingkungan internasional, berpikir lintas disiplin, dan beradaptasi terhadap perubahan cepat ilmu pengetahuan serta teknologi. Ia menilai ide inovatif saat ini berpotensi menjadi solusi bermanfaat bagi masyarakat pada masa depan, sementara proyek riset dapat berkontribusi menjawab tantangan sosial.
Dalam festival tahun ini, sejumlah topik penelitian dan ide kreatif dari pelajar dan mahasiswa diajukan untuk bersaing memperebutkan penghargaan “Desain, Fabrikasi, dan Aplikasi” ke-14. Salah satunya datang dari siswi Thai Tu Nhu (SMA Tran Khai Nguyen) bersama kelompoknya yang mengajukan proyek “Sistem Peringatan Gas Cerdas Berbasis Deteksi Kehadiran Manusia”.
Nhu menjelaskan, gagasan itu berangkat dari pengalamannya tinggal bersama sang nenek sejak kecil, serta kekhawatiran terkait kebiasaan nenek yang terkadang lupa mematikan kompor gas setelah memasak. Sistem yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan data. Ketika sensor gas mendeteksi konsentrasi gas melebihi 1.800 ppm, sistem juga memeriksa ada tidaknya keberadaan manusia atau penghalang melalui sensor inframerah.
Jika konsentrasi gas melebihi 1.800 ppm namun ada orang terdeteksi, sistem menilai kondisi masih aman dan alarm tidak diaktifkan untuk menghindari alarm palsu yang dapat menimbulkan kebisingan dan ketidaknyamanan. Sebaliknya, bila konsentrasi gas melebihi 1.800 ppm dan tidak ada yang terdeteksi selama 5 menit, sistem menetapkan kondisi tidak aman, lalu mengaktifkan alarm dan mengirim notifikasi ke aplikasi Blynk agar pengguna dapat segera mengambil tindakan.
Inovasi lain ditampilkan oleh Nguyen Thanh Dat (SMA Tran Khai Nguyen) bersama kelompoknya yang membawa perangkat untuk membantu pencarian dan penyelamatan orang di lingkungan perairan. Dat menyebut ide tersebut muncul dari keprihatinannya setelah membaca berbagai informasi mengenai banjir yang kian kompleks di Vietnam Tengah dan sejumlah wilayah lain, yang menyebabkan orang hilang, tersapu arus, atau berada dalam bahaya saat bencana alam.
Menurut Dat, setelah menerima informasi orang hilang, tim penyelamat dapat mengerahkan model tersebut untuk pencarian. Kamera pada perangkat akan mengirim gambar secara langsung ke telepon atau perangkat kontrol, sehingga tim bisa merespons lebih cepat. Identifikasi korban dilakukan melalui pengamatan operator pada gambar kamera, atau dibantu sistem pendeteksian otomatis menggunakan pencitraan termal melalui sensor termal.
Dat menjelaskan, sensor termal mendeteksi suhu tubuh manusia dan mengirim gambar ke perangkat kontrol. Setelah lokasi korban teridentifikasi, operator dapat menekan tombol untuk mengaktifkan mekanisme pelepasan pelampung.
Di sisi lain, Departemen Sains dan Teknologi Kota Ho Chi Minh juga meluncurkan Kompetisi AI Challenge Kota Ho Chi Minh 2026. Ajang ini diselenggarakan bersama Universitas Nasional Vietnam Ho Chi Minh City, Departemen Pendidikan dan Pelatihan, Persatuan Pemuda Kota, Asosiasi Informatika Kota Ho Chi Minh, serta Perusahaan Pengembangan Taman Perangkat Lunak Quang Trung Limited.
Tema kompetisi tahun ini adalah pengembangan asisten virtual cerdas yang mendukung analisis mendalam dan pengambilan informasi dari kumpulan data multimedia besar. Formatnya disebut serupa dengan kompetisi internasional Lifelog Search Challenge (LSC) dan Video Browser Showdown (VBS), dengan fokus pada solusi untuk menelusuri dan menganalisis data besar yang mencakup gambar, audio, dan teks.
Kompetisi memiliki dua kategori, yakni Kategori A untuk mahasiswa dan anak muda, serta Kategori B untuk siswa SMA. Pendaftaran dibuka hingga 15 Juni. Materi serta persyaratan babak penyisihan dijadwalkan diumumkan pada 25 Juni dan berlangsung hingga Agustus, dengan hasil yang diharapkan diumumkan pada 30 Agustus. Babak final direncanakan berlangsung pada 12–26 September.