GOWA—Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar menggelar “Pelatihan Dasar Literasi Keamanan Digital” pada Selasa, 21 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Lecturer Theatre lantai 1 itu diikuti peserta dari berbagai unsur civitas akademika, mulai mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga dosen.
Pelatihan ini digelar sebagai respons atas meningkatnya risiko ancaman siber di lingkungan akademik, seperti pencurian data penelitian, peretasan akun institusional, serta penyebaran disinformasi. Melalui kegiatan tersebut, FAH menargetkan peningkatan keterampilan dasar agar aktivitas akademik dan administratif di ruang digital dapat berjalan lebih aman dan terlindungi.
Selain sebagai agenda penguatan kapasitas, pelatihan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Aktualisasi Latsar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan fakultas. Skema tersebut dimaksudkan untuk menanamkan kesadaran keamanan digital sejak dini kepada aparatur baru yang berperan dalam tata kelola dan proteksi data.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Rini Indrayani, S.T., M.Eng., dosen Jurusan Ilmu Perpustakaan FAH UIN Alauddin Makassar. Dalam pemaparannya, ia mengaitkan manajemen informasi dengan tantangan keamanan data modern. “Banyak dari kita baru sadar pentingnya keamanan digital setelah data kita bocor atau akun kita diambil alih. Pelatihan ini adalah langkah preventif agar kita tidak menjadi korban,” kata Rini.
Materi pelatihan mencakup sejumlah topik praktis yang relevan dengan ancaman sehari-hari. Di antaranya strategi proteksi berlapis untuk mengamankan sistem, perangkat, dan akun digital, termasuk penerapan Two-Factor Authentication (2FA). Peserta juga dibekali teknik membuat dan mengelola kata sandi yang kuat agar tidak mudah ditebak atau dibobol.
Selain itu, peserta diajak mengenali berbagai bentuk ancaman siber yang marak, seperti malware—termasuk virus dan ransomware—serta modus penipuan dan phishing. Pelatihan juga membahas etika berinternet dan pentingnya menjaga jejak digital, serta kemampuan memfilter informasi dengan memverifikasi kebenaran berita dan mendeteksi hoaks yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.
Untuk mengukur efektivitas penyampaian materi, panitia menerapkan pretest di awal dan posttest di akhir kegiatan. Panitia menyebut terjadi peningkatan pemahaman peserta berdasarkan hasil evaluasi tersebut. Diskusi selama sesi tanya jawab juga berlangsung interaktif, dengan peserta membagikan pengalaman terkait upaya penipuan daring maupun keraguan saat menerima informasi viral.
“Kami sangat senang melihat antusiasme peserta. Hasil posttest menunjukkan kesadaran mereka akan pentingnya security meningkat drastis. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal perubahan mindset,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Pelatihan ditutup dengan harapan agar budaya literasi digital yang aman, cerdas, dan beretika semakin mengakar di lingkungan FAH UIN Alauddin Makassar. Sebagai tindak lanjut, materi lengkap pelatihan disebut telah tersedia untuk diakses publik melalui modul berjudul “Modul Pelatihan Dasar Literasi Keamanan Digital Bagi Mahasiswa Pengguna Aktif Media Sosial” yang disusun oleh Rini Indrayani, S.T., M.Eng.