Penggunaan gawai (gadget) yang kian lekat dengan keseharian anak usia sekolah dasar dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman tentang batasan waktu layar. Pemakaian yang tidak terkontrol berisiko memicu sejumlah dampak, mulai dari kecanduan, gangguan tidur, emosi yang tidak stabil, hingga penurunan konsentrasi dan prestasi belajar.
Berangkat dari pendekatan Community Organization (CO) dan Community Development (CD) dalam program Community Organization and Community Development (COCD), sebuah kegiatan edukasi bertajuk “Jadi Teman Gadget yang Bijak” digelar di UPT SD Negeri 060837, Jalan Sei Deli No. 3, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, pada Senin (2/6/2026). Kegiatan ini menyasar siswa kelas 4 sebagai peserta.
Dalam sesi edukasi, materi disampaikan melalui presentasi PowerPoint dengan bahasa yang disesuaikan untuk anak-anak. Topik yang dibahas meliputi bahaya bermain gawai terlalu lama, cara menjadikan gawai sebagai sarana belajar, tanda-tanda awal kecanduan gawai, serta tips menjadi gamer yang baik dan bertanggung jawab.
Untuk memperkuat pemahaman, peserta diajak mengikuti permainan interaktif berbasis pilihan. Siswa diminta menentukan sikap pada dua skenario, yakni bermain gim hingga tengah malam atau bermain secukupnya lalu melanjutkan belajar. Dari kegiatan tersebut, mayoritas siswa memilih keputusan yang dinilai bijak dan mampu menjelaskan alasan pilihannya.
Di akhir kegiatan, para siswa kelas 4 diajak membuat perjanjian bersama untuk mengingat dan menjaga waktu bermain gawai. Sebagai pengingat harian, poster bertuliskan “Jadi Teman Gadget yang Bijak” dipasang di mading belakang kelas.
Penyelenggara kegiatan berharap nilai-nilai literasi digital dapat terus tertanam di lingkungan sekolah, sehingga anak-anak dapat memanfaatkan gawai secara produktif dan bertanggung jawab.