BERITA TERKINI
Dosen Statistika UB Latih Guru SD di Sekaran Lamongan Visualisasi Data Berbasis Excel dan Generative AI

Dosen Statistika UB Latih Guru SD di Sekaran Lamongan Visualisasi Data Berbasis Excel dan Generative AI

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Statistika Universitas Brawijaya (UB) menggelar pelatihan visualisasi data pendidikan berbasis Microsoft Excel dengan dukungan Generative AI bagi guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong transformasi digital pendidikan sekaligus memperkuat literasi digital guru.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari hibah pengabdian internal Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika UB tahun 2026. Kegiatan diikuti guru dari 21 SD di Kecamatan Sekaran, dengan fokus pada peningkatan kemampuan mengolah, menyajikan, dan memvisualisasikan data pendidikan agar lebih efektif, menarik, dan mudah dipahami.

Ketua pelaksana kegiatan, Meilina Retno Hapsari, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dan Generative AI menjadi kebutuhan penting di dunia pendidikan, terutama untuk mendukung pengelolaan data sekolah yang semakin kompleks. Ia menyebut pelatihan dirancang agar guru tidak hanya memahami pengolahan data menggunakan Excel, tetapi juga mampu memanfaatkan Generative AI untuk menghasilkan visualisasi data yang lebih informatif dan efisien.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Sekaran, pengawas pendidikan Kecamatan Sekaran, Kepala Desa Keting, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kecamatan Sekaran, serta para guru peserta pelatihan.

Ketua Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Sekaran, Nanang Eko Prajoko, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang dinilai relevan dengan kebutuhan sekolah di era digitalisasi pendidikan. Menurutnya, kemampuan guru dalam mengelola dan menyajikan data pendidikan menjadi aspek penting untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran maupun administrasi sekolah.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Materi disampaikan selama dua jam, kemudian dilanjutkan diskusi dan praktik langsung melalui metode hands-on learning. Peserta juga dibekali data latihan serta modul panduan agar dapat langsung mempraktikkan materi yang diberikan.

Anggota tim PkM, Nur Silviyah Rahmi, menyampaikan antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Ia menilai para guru tertarik karena penyajian data melalui Excel dan Generative AI dapat dibuat lebih menarik dan informatif.

Selain pelatihan, tim PkM UB juga melakukan penandatanganan Implemented Agreement (IA) antara Program Studi Sarjana Statistika, Sarjana Sains Data, dan Magister Statistika UB dengan K3S SD Kecamatan Sekaran. Penandatanganan dilakukan oleh Meilina Retno Hapsari bersama Ketua K3S SD Kecamatan Sekaran, Siswo Handoko, dan disaksikan Korwil serta pengawas Kecamatan Sekaran.

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan pendidikan, pengabdian masyarakat, serta peningkatan pemanfaatan statistika dan sains data di lingkungan sekolah. Siswo Handoko menyampaikan harapan agar program dapat berlanjut pada tahun berikutnya.

Sambutan positif juga disampaikan peserta. Salah satu guru, Findra, menilai kegiatan tersebut membantu guru di daerah dalam memahami pengolahan data pendidikan secara praktis. Ia juga menyebut pelatihan tatap muka membuat materi lebih mudah dipahami dibandingkan belajar mandiri melalui media daring.

Sebagai luaran kegiatan, tim PkM menyusun dokumen Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa modul panduan visualisasi data menggunakan Excel dengan dukungan Generative AI yang dibagikan kepada peserta. Anggota tim lainnya, Evellin Dewi Lusiana, mengatakan hasil kegiatan juga akan dipublikasikan melalui media massa dan seminar nasional untuk memperluas manfaat program.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa lintas program studi, yakni Geoviero Richie Kurniawan (S1 Statistika), Astaqhoffi Sabill Ardian Yusviansyah (S1 Sains Data), serta Nurul Anisa (S2 Statistika). Melalui pelatihan ini, UB berharap kemampuan guru dalam memanfaatkan statistika dan sains data meningkat sehingga transformasi digital pendidikan di tingkat SD dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.