BERITA TERKINI
DKISP Tarakan Susun Master Plan Penambahan CCTV di Titik Rawan, Terkendala Listrik dan Internet

DKISP Tarakan Susun Master Plan Penambahan CCTV di Titik Rawan, Terkendala Listrik dan Internet

Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kota Tarakan berencana menambah kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik rawan. Penambahan ini ditujukan untuk mendukung pemantauan kemacetan, potensi banjir pasang, hingga lokasi yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas.

Kepala DKISP Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih, mengatakan saat ini CCTV telah terpasang di 29 titik di beberapa wilayah. Namun, sebarannya belum merata karena sebagian besar berada di jalur utama kota, terutama sepanjang jalan nasional dari kawasan bandara menuju pusat kota.

Endah menjelaskan, layanan CCTV merupakan bagian dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Tarakan Command Center (TCC) yang berada di bawah DKISP. Selain CCTV, TCC juga mengelola Call Center 112, layanan ambulans pasien, mobil jenazah, serta pusat aduan masyarakat.

Untuk memperluas jangkauan pemantauan, DKISP tengah menyusun master plan pengembangan CCTV. Fokusnya diarahkan pada titik-titik strategis yang dianggap rawan, seperti kawasan yang sering mengalami kemacetan, genangan akibat air pasang, lokasi rawan kecelakaan, serta area yang berpotensi terjadi tindak kriminal.

Menurutnya, CCTV tidak hanya berperan untuk pengawasan keamanan, tetapi juga dapat membantu masyarakat memantau kondisi jalan secara real time. Dengan begitu, warga dapat mempertimbangkan rute alternatif, termasuk ketika terjadi banjir pasang di titik tertentu.

Meski demikian, rencana pengembangan masih menghadapi kendala teknis. Endah menyebut pemasangan CCTV membutuhkan tiga komponen yang harus tersedia bersamaan, yakni perangkat CCTV, jaringan internet, dan sumber listrik.

Kendala paling banyak ditemukan di wilayah pinggiran, terutama kawasan utara Tarakan. Sejumlah lokasi yang sebenarnya dinilai strategis terpaksa dialihkan karena akses listrik maupun jaringan internet tidak memungkinkan.

Sementara di kawasan perkotaan, pemasangan relatif lebih mudah karena dukungan jaringan internet dari Perumda telah tersedia. Namun, Endah menekankan tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas dan ketahanan perangkat CCTV agar tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.