BERITA TERKINI
Ditjen Risbang Dorong Konsorsium Riset Nasional untuk Percepat Hilirisasi Inovasi

Ditjen Risbang Dorong Konsorsium Riset Nasional untuk Percepat Hilirisasi Inovasi

Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memperkuat arah kebijakan riset nasional melalui pendekatan kolaboratif yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat dan industri. Penguatan kebijakan itu disampaikan dalam forum diskusi perkembangan kebijakan riset dan inovasi terkini yang digelar di Depok, Rabu, 6 Mei 2026.

Forum yang diselenggarakan Universitas Indonesia tersebut menjadi ruang pembahasan bagi para Wakil Rektor bidang riset dan inovasi dari Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) terkait rencana pembentukan konsorsium riset nasional. Konsorsium ini diarahkan untuk membantu penyelesaian persoalan strategis melalui kerja sama lintas sektor yang lebih terukur dan terarah.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menyatakan pendekatan konsorsium diperlukan untuk menyatukan potensi dan sumber daya perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan nasional. Ia menilai penggunaan metode, kerangka kerja, dan indikator yang tepat dapat meningkatkan efektivitas hilirisasi hasil penelitian agar riset tidak berhenti pada tahap akademik.

“Riset harus berangkat dari permasalahan nyata sehingga hasilnya dapat diimplementasikan dan memberikan solusi yang jelas,” ujar Fauzan.

Melalui pendekatan tersebut, hasil penelitian diharapkan menghasilkan inovasi yang lebih relevan, aplikatif, serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat maupun dunia industri.

Dalam arah kebijakan terbaru, pemerintah menitikberatkan riset pada pendekatan berbasis kebutuhan dan permasalahan aktual. Sejumlah isu prioritas yang menjadi perhatian meliputi ketahanan pangan, perubahan iklim, dan sektor kesehatan. Pendekatan berbasis masalah dipandang dapat mendorong penelitian yang lebih solutif dan sejalan dengan kebutuhan pembangunan nasional, tidak hanya berujung pada publikasi ilmiah.

Pemerintah juga mendorong penguatan ekosistem penelitian melalui integrasi berbagai sumber pendanaan, mulai dari anggaran kementerian, dukungan lembaga riset, hingga pemanfaatan dana abadi pendidikan dan penelitian. Langkah ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan program riset sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran nasional di bidang penelitian dan inovasi.

Selain integrasi pendanaan, skema pendanaan bersama dengan sektor industri turut diperkuat untuk mempercepat transformasi hasil penelitian menjadi produk atau teknologi yang siap dimanfaatkan.

Untuk mendukung percepatan hilirisasi, Ditjen Risbang mengembangkan platform riset yang menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Penguatan kemitraan dan pemanfaatan teknologi diharapkan membuka peluang komersialisasi riset sekaligus memungkinkan pengukuran kesiapan teknologi dan pemanfaatan hasil penelitian dilakukan lebih sistematis.

“Kolaborasi, integrasi pendanaan, serta penggunaan kerangka kerja yang tepat akan mempercepat hilirisasi dan memastikan riset memberikan manfaat nyata,” tegas Fauzan.

Forum ini turut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Indonesia serta perwakilan Wakil Rektor bidang akademik, riset, inovasi, kemahasiswaan, dan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai PTNBH.