Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong meluncurkan aplikasi Smartnaker atau Sistem Manajemen dan Registrasi Tenaga Kerja Terintegrasi untuk memperkuat layanan ketenagakerjaan sekaligus membangun basis data tenaga kerja terampil secara digital.
Smartnaker dirancang untuk memfasilitasi pendaftaran pelatihan, pemantauan peserta, hingga evaluasi program dalam satu sistem. Melalui aplikasi ini, data pelatihan yang sebelumnya tersebar di masing-masing SKPD, kecamatan, desa, maupun lembaga pelatihan kerja mitra kini dihimpun dalam satu platform yang dapat diakses dan dimonitor secara real time.
Kepala Disnaker Tabalong, Hadi Ismanto, menjelaskan Smartnaker memiliki sejumlah fitur utama. Salah satunya manajemen pelatihan yang mengatur jadwal, kuota, kategori, lokasi, serta aturan peserta dengan sistem otomatis. Selain itu, pendaftaran peserta berbasis NIK memungkinkan validasi otomatis, termasuk pemeriksaan kuota, benturan jadwal, riwayat pelatihan, usia, wilayah, status kerja, hingga sumber pendanaan.
Aplikasi ini juga menyimpan riwayat lengkap pelatihan dan sertifikasi peserta, termasuk informasi sumber pembiayaan hingga penempatan kerja. Peserta dapat mencetak sertifikat dan CV digital langsung dari sistem.
Untuk mendukung penyerapan tenaga kerja, Smartnaker menyediakan informasi lowongan pekerjaan yang dapat ditelusuri berdasarkan lokasi dan jenis pekerjaan. Disnaker juga dapat memantau perkembangan program melalui dashboard dan statistik real-time, yang menampilkan jumlah peserta, pelatihan aktif, serapan tenaga kerja, kuota tersisa, serta notifikasi sistem.
Hadi Ismanto menambahkan, keunggulan utama Smartnaker terletak pada integrasi vertikal dan horizontal antarinstansi. Dengan basis NIK, data dinilai lebih akurat, transparan, dan mudah diverifikasi sehingga program pelatihan diharapkan lebih tepat sasaran.
“Fitur dan modul utama Smartnaker Tabalong memiliki beberapa fitur utama, yaitu pertama manajemen pelatihan, mengelola pelatihan meliputi jadwal, kuota, kategori, lokasi, serta aturan peserta dengan sistem rule otomatis. Kedua pendaftaran peserta berbasis NIK. Ketiga riwayat pelatihan dan sertifikasi. Keempat mengenai informasi lowongan kerja ada juga di database ini, kemudian dashboard dan statistik real-time, laporan dan evaluasi serta pengaturan sistem,” ujar Hadi Ismanto.
Ke depan, Smartnaker disebut akan terintegrasi dengan aplikasi Silangkarr Tabalong sebagai bagian dari sistem perencanaan dan penganggaran daerah. Sistem ini juga akan terhubung dengan Command Center Tabalong agar data capaian 15 ribu tenaga kerja terampil, tingkat partisipasi pelatihan, serta serapan tenaga kerja dapat dipantau langsung oleh pimpinan daerah untuk mendukung pengambilan keputusan strategis berbasis data.