TEBINGTINGGI — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tebingtinggi menyatakan kesiapan mendukung transformasi digital di Dinas Pendidikan (Disdik), terutama dalam penguatan infrastruktur jaringan dan implementasi sistem informasi terpadu. Komitmen itu disampaikan Kepala Diskominfo Tebingtinggi, Ghazali Rahman, dengan menekankan pentingnya tertib administrasi serta efisiensi sumber daya dalam pelaksanaannya.
Ghazali mengatakan koordinasi teknis telah dibahas bersama Kepala Dinas Pendidikan di Ruang Command Center Diskominfo. Ia menyebut sinergi tersebut disambut baik, termasuk untuk menindaklanjuti persoalan jaringan yang terputus.
“Untuk tindak lanjut perbaikan jaringan yang terputus, kami harapkan Disdik dapat menyurati Kominfo secara resmi sebagai bentuk ketaatan administrasi kita bersama,” ujar Ghazali di Balai Kota, Rabu (15/4/2026).
Selain perbaikan jaringan, Diskominfo juga menyoroti permintaan penyediaan jaringan internet di museum. Ghazali menyampaikan pihaknya akan mempelajari kondisi tersebut, mengingat keterbatasan kapasitas bandwidth pada jaringan di museum yang sedang dimaksimalkan untuk menunjang Mal Pelayanan Publik (MPP).
Terkait program E-Ijazah, Ghazali menyebut rencana tersebut akan dikaji lebih dalam bersama tim teknis.
Penjelasan itu diperkuat Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Diskominfo, Dedi Saputra. Ia menyatakan Diskominfo akan berperan sebagai aplikator teknis, terutama dalam aspek keamanan data.
“Sebagai perpanjangan tangan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di daerah, secara teknis kami siap memfasilitasi kebutuhan tanda tangan elektronik E-Ijazah tersebut,” kata Dedi.
Dedi juga menyampaikan bahwa source code aplikasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah diterima. Diskominfo menargetkan uji coba sistem maksimal dalam dua hari kerja ke depan untuk memastikan kelayakan sistem tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tebingtinggi, Muhammad Deni Saragih, menilai dukungan Diskominfo penting untuk merealisasikan empat agenda prioritas Disdik, yakni E-Ijazah berbasis tanda tangan elektronik menggunakan barcode, optimalisasi aplikasi SPMB, perbaikan jaringan terputus, serta penyediaan fasilitas internet di museum.
Deni menegaskan inovasi seperti E-Ijazah dan aplikasi SPMB membutuhkan integrasi teknis yang kuat serta keandalan sistem agar legalitas dan keamanan dapat terjamin.
“Kami sangat berharap aplikasi SPMB ini dapat menjadi alat yang presisi untuk meminimalisir kesalahan administrasi. Tujuannya agar proses penerimaan berjalan lancar dan terhindar dari kendala pendataan,” ujarnya.
Ia juga berharap integrasi antara kesiapan teknis Diskominfo dan kebutuhan inovasi Disdik dapat mempercepat terwujudnya ekosistem pendidikan berbasis digital di Tebingtinggi secara menyeluruh dan tepat sasaran.