BERITA TERKINI
Dalam Ensiklik Pertama, Paus Leo Serukan Pengendalian Ketat AI dan Peringatkan Risiko Senjata Otonom

Dalam Ensiklik Pertama, Paus Leo Serukan Pengendalian Ketat AI dan Peringatkan Risiko Senjata Otonom

MILAN — Paus Leo menyerukan pemerintah di berbagai negara untuk memperlambat laju pengembangan dan memperketat pengawasan terhadap kecerdasan buatan (AI). Seruan itu disampaikan dalam ensiklik pertamanya, Magnifica Humanitas (Kemanusiaan yang Agung).

Dalam dokumen tersebut, Paus memperingatkan bahwa sejumlah sistem senjata otonom disebut telah berada di luar kendali manusia. Menurutnya, kondisi itu berisiko menyeret umat manusia ke dalam siklus perang yang tidak berkesudahan.

Paus Leo juga menekankan pentingnya kerangka hukum yang kuat, pengawasan independen, serta perlindungan hak-hak pekerja dan anak-anak di tengah perkembangan teknologi yang dinilainya berlangsung sangat cepat.

Selain itu, Paus menolak doktrin “perang yang adil.” Ia berpendapat penggunaan kekerasan mencerminkan kemiskinan dalam hubungan antarmanusia dan selalu menimbulkan konsekuensi bencana bagi warga sipil.

Dalam ensiklik yang sama, Paus Leo turut mengakui bahwa Gereja terlambat mengutuk perbudakan transatlantik dan menyampaikan permintaan maaf. Ia mengajak dunia menghadapi bersama pertanyaan-pertanyaan etika dan tanggung jawab yang mendesak di era AI, alih-alih membangun “Menara Babel” yang lain.

Di sisi lain, FBI disebut telah mengeluarkan peringatan terkait jenis serangan baru bernama Kali365. Serangan ini memungkinkan peretas memperoleh akses ke akun Microsoft 365 tanpa memerlukan kata sandi atau melewati otentikasi multi-faktor.

Peringatan itu menyebut Kali365 sebagai bentuk baru “phishing-as-a-service” yang memanfaatkan infrastruktur otentikasi Microsoft untuk mencuri kredensial akses.