Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama harian Bisnis Indonesia menerbitkan Indeks BISNIS-27 sebagai acuan pergerakan harga dari 27 saham terpilih yang dinilai memiliki fundamental yang baik. Indeks ini kerap digunakan sebagai tolok ukur untuk memantau kinerja saham-saham berkapitalisasi dan berlikuiditas memadai, sekaligus menjadi referensi bagi investor.
Indeks BISNIS-27 diluncurkan pada awal 2009. Dalam penjelasan yang tersedia, indeks ini ditujukan sebagai referensi bagi investor terhadap saham-saham yang memenuhi kriteria tertentu. Pergantian komposisi saham dalam Indeks BISNIS-27 dilakukan secara berkala setiap enam bulan, yakni pada awal Mei dan November.
Dalam proses seleksi, terdapat tiga kelompok kriteria yang digunakan. Pertama adalah kriteria fundamental, yang mencakup laba usaha, laba bersih, Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), serta Debt to Equity Ratio (DER). Untuk saham sektor perbankan, turut dipertimbangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Capital Adequacy Ratio (CAR).
Kedua adalah kriteria teknikal atau likuiditas transaksi, yang menilai nilai, volume, frekuensi transaksi, jumlah hari transaksi, serta kapitalisasi pasar. Ketiga adalah aspek akuntabilitas dan tata kelola perusahaan, yang dinilai oleh komite indeks yang terdiri dari pakar pasar modal dan akademisi, dengan tujuan meningkatkan kualitas pemilihan saham yang masuk indeks.
Untuk periode 2 Februari hingga 30 April 2026, berikut daftar 27 saham yang masuk Indeks BISNIS-27 beserta rasio free float dan sektornya:
1) ADMR (11,97%) – Energi
2) ADRO (28,67%) – Energi
3) AMRT (41,72%) – Barang Konsumen
4) ANTM (34,84%) – Pertambangan
5) ASII (44,30%) – Industri
6) BBCA (42,74%) – Perbankan
7) BBNI (39,27%) – Perbankan
8) BBRI (46,04%) – Perbankan
9) BMRI (37,47%) – Perbankan
10) BRPT (27,20%) – Barang Baku
11) BUMI (32,53%) – Pertambangan
12) DSNG (32,43%) – Industri Kelapa Sawit
13) HEAL (53,39%) – Kesehatan
14) INCO (20,40%) – Pertambangan
15) INDF (48,24%) – Barang Konsumen
16) INKP (39,65%) – Industri Kertas & Pulp
17) JPFA (41,03%) – Agribisnis
18) KLBF (38,39%) – Kesehatan
19) MAPI (49,00%) – Ritel
20) MEDC (23,44%) – Energi
21) MIKA (16,64%) – Barang Konsumen
22) MYOR (14,74%) – Barang Konsumen
23) NCKL (10,44%) – Pertambangan
24) PGEO (10,91%) – Pertambangan
25) PTBA (32,76%) – Pertambangan
26) TLKM (47,21%) – Telekomunikasi
27) UNTR (35,15%) – Pertambangan
Secara umum, Indeks BISNIS-27 dapat dimanfaatkan sebagai acuan (benchmark) untuk memantau pergerakan kelompok saham terpilih, membantu diversifikasi, serta menjadi indikator untuk membaca kondisi pasar berdasarkan kumpulan saham yang dinilai memenuhi kriteria fundamental, likuiditas, dan tata kelola.
Catatan: Informasi ini bersifat edukatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.