Memasang ChromeOS Flex pada laptop atau PC lama dapat menjadi solusi hemat untuk meningkatkan kinerja perangkat yang sudah uzur dan melambat. Dalam laporan Google yang dikutip Senin (13/4/2026), sistem operasi ini dirancang agar perangkat lama kembali terasa ringan dan tetap fungsional tanpa perlu mengganti perangkat keras.
ChromeOS Flex memungkinkan perangkat lama menjalankan sistem berbasis cloud yang lebih sederhana dibanding sistem operasi konvensional. Dengan pendekatan tersebut, perangkat yang sebelumnya lambat berpotensi kembali digunakan untuk kebutuhan dasar seperti menjelajah internet, mengolah dokumen, dan bekerja secara online.
Untuk mulai menggunakan ChromeOS Flex, pengguna dapat menyiapkan USB installer dan menginstalnya ke perangkat lama. Sistem ini juga bisa dijalankan langsung dari USB sebagai uji coba sebelum instalasi penuh dilakukan.
Langkah yang disarankan meliputi menyiapkan flashdisk minimal 8GB, menggunakan browser Chrome untuk membuat installer ChromeOS Flex, melakukan boot perangkat dari USB, lalu memilih opsi uji coba atau langsung memasang ke laptop. Setelah terpasang, ChromeOS Flex akan menggantikan sistem lama dengan antarmuka yang lebih ringan dan berfokus pada aplikasi berbasis web. Namun, tidak semua fitur maupun aplikasi berat tersedia di sistem operasi ini.
Google juga menekankan faktor kompatibilitas perangkat, terutama untuk laptop yang sangat lama. Meski demikian, untuk pengguna yang hanya memerlukan fungsi dasar, pendekatan ini dinilai dapat menjadi alternatif yang lebih hemat dibanding membeli perangkat baru.
Dari sisi dukungan aplikasi dan fitur, ChromeOS Flex tidak menyediakan dukungan penuh seperti ChromeOS pada perangkat Chromebook. Google menyebut ChromeOS Flex mendukung deployment beberapa aplikasi VPN Android, tetapi tidak mendukung penggunaan mesin virtual (VM) Windows melalui Parallels Desktop. Sementara itu, dukungan lingkungan pengembangan Linux bervariasi bergantung pada model perangkat yang digunakan.
Untuk kebutuhan pengelolaan perangkat, ChromeOS Flex menyediakan opsi pendaftaran otomatis melalui USB installer atau booting PXE menggunakan konsol Google Admin sebagai alternatif pendaftaran manual berbasis kredensial. Namun, sistem ini tidak mendukung pendaftaran zero-touch.
Google juga mencatat adanya keterbatasan keamanan pada perangkat yang menjalankan ChromeOS Flex karena tidak dilengkapi chip keamanan Google dan tidak mendukung verified boot. Sebagai langkah mitigasi, pengguna disarankan menambahkan perlindungan seperti password BIOS/UEFI serta menonaktifkan boot dari media eksternal guna mencegah reset oleh pihak yang tidak berwenang.
Selain itu, ChromeOS Flex tidak mendukung fitur rollback. Untuk menjaga stabilitas dan kompatibilitas aplikasi, pengguna disarankan menggunakan saluran Long-Term Support (LTS). Meski demikian, ChromeOS Flex tetap mendukung Simple Certificate Enrollment Protocol (SCEP), dengan pengaturan keamanan yang dapat disesuaikan melalui konsol Admin.