China meluncurkan sebuah satelit uji coba untuk pengembangan teknologi internet sebagai bagian dari upaya mewujudkan ambisinya di bidang konektivitas berbasis satelit. Menurut Kantor Berita Xinhua, satelit tersebut diluncurkan pada pukul 02.07 waktu Beijing menggunakan roket Long March-2D.
Setelah lepas landas, satelit itu disebut telah memasuki orbit yang telah ditentukan secara stabil. Pihak Tiongkok menyatakan satelit ini terutama ditujukan untuk pengujian teknis dan verifikasi teknologi, termasuk kemampuan membangun konektivitas pita lebar langsung antara telepon seluler dan satelit.
Selain itu, proyek tersebut juga diarahkan untuk pengembangan teknologi jaringan terintegrasi antara ruang angkasa dan bumi. Peluncuran ini menandai penerbangan ke-646 dari seri roket Long March, yang mencerminkan aktivitas program luar angkasa China yang intensif dalam beberapa tahun terakhir.
Di saat bersamaan, sektor antariksa komersial Tiongkok juga dilaporkan mengalami percepatan. Sebelumnya, pada 17 Mei, LandSpace Technology berhasil meluncurkan roket Zhuque-2E Y2 berbahan bakar metana yang membawa enam satelit ke orbit dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Tiongkok Barat Laut.
Peluncuran tersebut merupakan penerbangan kelima dari seri Zhuque-2, di tengah meningkatnya persaingan di antara perusahaan swasta Tiongkok dalam peluncuran satelit komersial dan pembangunan konstelasi satelit skala besar. LandSpace menyebut kombinasi metana dan oksigen cair dipandang sebagai solusi bahan bakar yang lebih bersih dan berbiaya rendah, serta lebih cocok untuk pengembangan roket yang dapat digunakan kembali. Perusahaan itu juga menyatakan menargetkan pengujian sistem roket yang dapat digunakan kembali dalam waktu dekat.