Tiga anak meminta dibelikan barang yang mereka sukai saat sang ibu bersiap pergi keluar rumah. Anak pertama menginginkan buku komik, disusul anak tengah yang meminta komik juga, sementara si bungsu ingin dibelikan mainan.
Sang ibu menyetujui permintaan mereka dengan syarat hanya boleh membeli satu jenis barang dan mengingatkan soal batas harga. Persetujuan itu disambut anggukan dan teriakan kegirangan. Bagi anak-anak, diperbolehkan memiliki sesuatu yang mereka sukai menjadi kebahagiaan tersendiri. Sang ibu juga berpesan agar mereka memilih barang yang bermanfaat.
Setibanya di toko buku, anak-anak menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk menentukan pilihan. Akhirnya, anak sulung membawa komik favoritnya, anak tengah memilih komik seperti kakaknya, dan si bungsu membawa mainan kesukaannya.
Situasi berubah ketika mereka menuju kasir. Antrean pembayaran terlihat mengular. Di toko buku tersebut, hanya satu loket yang melayani pembayaran tunai, sementara dua loket lainnya diperuntukkan bagi pembayaran non-tunai. Sang ibu sempat mengantre di jalur tunai, namun melihat prosesnya berjalan lama.
Di tengah antrean, kasir juga beberapa kali menanyakan ketersediaan uang pas atau uang kecil kepada pelanggan, yang turut menambah waktu transaksi. Kondisi ini membuat antrean di loket tunai terasa semakin panjang.