BERITA TERKINI
Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026, Termasuk Status Desil Keluarga

Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026, Termasuk Status Desil Keluarga

Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada 2026 terus dilakukan secara bertahap menjelang Ramadhan. Masyarakat kini dapat mengecek status penerima, daftar nama Keluarga Penerima Manfaat (KPM), hingga posisi desil keluarga secara online melalui situs dan aplikasi resmi Kementerian Sosial (Kemensos).

Informasi ini digunakan untuk memastikan bantuan lebih tepat sasaran, termasuk bagi keluarga yang dinilai paling membutuhkan berdasarkan peringkat kesejahteraan (desil).

Perkembangan penyaluran PKH dan BPNT 2026

Hingga awal Februari 2026, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan perkembangan penyaluran bansos triwulan pertama. Untuk PKH, bantuan disebut telah diterima 8.940.958 keluarga dari total 10 juta KPM, dengan nilai yang cair lebih dari Rp 6 triliun atau sekitar 89,4 persen dari total alokasi triwulan pertama.

Sementara BPNT telah diterima lebih dari 15 juta KPM dari total 18,25 juta KPM. Nilai penyaluran tercatat lebih dari Rp 9 triliun atau sekitar 86,9 persen dari alokasi triwulan pertama.

Penyaluran dilakukan melalui bank Himbara dan BSI, secara bertahap sesuai triwulan dan wilayah.

Jenis dan besaran bantuan yang disebut untuk 2026

Sejumlah bantuan yang tercantum dalam informasi bansos 2026 meliputi BPNT sebesar Rp 200.000 per bulan atau Rp 600.000 untuk tiga bulan. Untuk PKH, besaran bantuan berbeda sesuai kategori penerima, antara lain ibu hamil, anak usia dini, pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas.

Selain itu, terdapat bantuan beras 20 kg per KPM per bulan. Ada pula PBI-JKN/BPJS, yakni iuran BPJS Kesehatan Rp 42.000 per orang per bulan yang dibayarkan pemerintah.

Cara cek status penerima bansos PKH dan BPNT 2026

Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos melalui dua kanal resmi, yakni situs Kemensos dan aplikasi Cek Bansos Kemensos.

1) Cek melalui situs resmi Kemensos

Langkah pengecekan melalui situs dapat dilakukan dengan cara berikut:

1. Buka https://cek.bansos.kemensos.go.id melalui ponsel atau komputer.

2. Isi data wilayah sesuai KTP, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan.

3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP dan kode captcha.

4. Klik tombol “Cari Data”.

Jika data ditemukan, hasil pencarian akan menampilkan nama penerima, jenis bantuan yang diterima (PKH, BPNT, atau keduanya), jadwal pencairan, serta status desil keluarga dari Desil 1 hingga Desil 10.

2) Cek melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos

Pengecekan juga bisa dilakukan melalui aplikasi dengan tahapan berikut:

1. Unduh aplikasi “Cek Bansos Kemensos” melalui Play Store atau App Store.

2. Buka aplikasi dan pilih menu “Daftar”.

3. Isi data diri, termasuk NIK, nomor KK, nama lengkap, alamat email, dan nomor HP.

4. Siapkan KTP, ambil foto KTP, lalu selfie sambil memegang KTP untuk verifikasi identitas.

5. Pastikan data benar, kemudian tekan “Buat Akun”.

6. Lakukan verifikasi akun melalui tautan yang dikirim ke email.

7. Login menggunakan nama pengguna dan kata sandi yang dibuat.

8. Buka menu “Profil” untuk melihat anggota keluarga yang tercatat di DTSEN.

Dalam aplikasi, status desil dapat dilihat pada kolom “Peringkat Kesejahteraan Keluarga”, yang menampilkan posisi Desil 1 (paling membutuhkan) hingga Desil 10 (paling sejahtera).

Apa itu desil dan fungsinya

Desil digunakan sebagai indikator tingkatan ekonomi keluarga. Pembagiannya disebut sebagai berikut: Desil 1 merupakan keluarga paling membutuhkan dan menjadi prioritas utama PKH dan BPNT. Desil 2 hingga Desil 4 masih termasuk prioritas utama bantuan reguler. Desil 5 dapat menerima bantuan PBI-JKN (BPJS gratis). Adapun Desil 6 sampai Desil 10 tidak menjadi prioritas penerima PKH dan BPNT.

Dalam catatan yang menyertai penjelasan tersebut, status desil bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi keluarga. Jika desil dinilai tidak sesuai kondisi nyata, masyarakat dapat memperbarui data melalui kantor desa/kelurahan, dinas sosial, atau menggunakan fitur sanggah di aplikasi. Kemensos juga mengingatkan agar setiap anggota keluarga tercatat dalam KK sehingga status desil semua anggota dapat terlihat.

Tips agar data bansos sesuai

Beberapa hal yang disarankan agar status bansos lebih tepat antara lain memastikan NIK KTP benar dan sesuai KK saat pengecekan, memeriksa status secara berkala melalui kanal resmi, serta menghubungi pendamping sosial, RT/RW, atau kelurahan jika data tidak sesuai. Masyarakat juga dapat memanfaatkan fitur sanggah di aplikasi untuk pembaruan status, serta memastikan data keluarga selalu diperbarui.

Dengan langkah tersebut, masyarakat dapat mengetahui apakah terdaftar sebagai penerima PKH atau BPNT pada 2026, termasuk memantau jadwal pencairan dan posisi desil keluarga.