Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan Pekan Inovasi Mimika (Mimika Innovation Week) 2026 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menjadi gerakan untuk membangun ekosistem riset dan inovasi daerah yang kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya di Timika, Selasa, Rettob mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen bahwa pembangunan Mimika harus semakin berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BRIDA Mimika atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurut Rettob, BRIDA memiliki tugas strategis menjembatani kebutuhan pembangunan daerah dengan potensi ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dimiliki berbagai pihak. Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai langkah strategis untuk mendorong pembangunan Mimika berbasis riset dan inovasi.
Rettob mengatakan pihaknya mengharapkan pendampingan agar Mimika mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Selain dengan BRIN, penandatanganan kerja sama juga dilakukan antara Pemkab Mimika dan perguruan tinggi di Mimika untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah.
Ia mengajak seluruh perguruan tinggi di Mimika menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjawab tantangan pembangunan melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan daerah sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Rettob juga berharap seluruh perangkat daerah menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja. Ia menekankan inovasi tidak selalu berupa teknologi rumit atau program mahal, tetapi dapat lahir dari cara berpikir kreatif, pelayanan yang lebih cepat, proses kerja yang lebih sederhana, dan solusi yang lebih efektif bagi masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut melahirkan lebih banyak inovasi daerah dari Mimika yang berkontribusi pada peningkatan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr Yopi, mengapresiasi komitmen Pemkab Mimika melalui BRIDA Mimika dalam memperkuat hilirisasi inovasi melalui Mimika Innovation Week 2026. Ia menyebut BRIDA berperan sebagai koordinator pengembangan ekosistem riset dan inovasi daerah, serta menilai kehadiran berbagai pemangku kepentingan menjadi tanda BRIDA Mimika telah berhasil mengorkestrasi kemitraan untuk mendorong kemajuan bersama.
Yopi menjelaskan BRIN, sebagai pembina teknis urusan lembaga riset dan inovasi pemerintah daerah, memiliki empat tugas, yakni fasilitasi, konsolidasi, kolaborasi, dan pembinaan teknis untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia riset dan inovasi di daerah. Ia juga meminta pemerintah daerah tidak sungkan untuk berkomunikasi dengan BRIN.
Kepala BRIDA Mimika Slamet Sutejo mengatakan Mimika Innovation Week 2026 merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan Pemkab Mimika. Ia menyebut, jika pada tahun sebelumnya kegiatan hanya melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Mimika, tahun ini melibatkan universitas, organisasi kemasyarakatan, BUMN, instansi vertikal, kepala kampung, dan lurah agar ekosistem inovasi di Mimika terbangun secara inklusif dan berdaya saing.
Dalam kegiatan tersebut, setiap peserta dari OPD maupun instansi lainnya mengirimkan dua inovasi untuk dilombakan. Pemenang lomba inovasi dijadwalkan diumumkan pada 17 Agustus, dan 10 peserta terbaik akan dikirim mengikuti lomba di tingkat pusat yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.