Bunda PAUD Kecamatan Menganti, Umu Uchlisotin, menghadiri lomba peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di SD Negeri 224 Gresik, Sabtu (23/5/2026). Di tengah rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi, ia mengingatkan bahwa HAN bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum refleksi bersama untuk menjaga dan mendampingi tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Umu menyampaikan pesan kepada orang tua dan guru yang hadir. Ia mengajak semua pihak menyambut peringatan HAN dengan semangat dan rasa syukur, terlebih kegiatan berlangsung dalam suasana yang dinilainya mendukung keceriaan anak-anak.
Umu menegaskan setiap anak merupakan amanah yang perlu dijaga bersama. Menurutnya, anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dengan bahagia, bermain, memperoleh perlindungan, serta mendapatkan pendidikan yang layak. Karena itu, ia menekankan pentingnya mengutamakan pendidikan dan masa depan anak dalam kondisi apa pun.
Ia juga menyoroti bahwa pendidikan anak tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah atau guru. Pembentukan karakter dan rasa aman, kata Umu, membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar agar anak dapat tumbuh percaya diri serta mampu berinteraksi dengan baik.
Dalam kesempatan itu, Umu menyinggung tantangan pengasuhan di era globalisasi dan digitalisasi. Kemudahan akses teknologi melalui telepon genggam dan tablet, menurutnya, perlu disikapi secara bijak karena berisiko bagi anak jika tanpa pengawasan.
Ia mengajak orang tua mulai membuat aturan sederhana terkait penggunaan gadget di rumah. Salah satu contoh yang disampaikan adalah membuat kesepakatan bersama anak, misalnya ponsel hanya boleh digunakan saat hari libur, disertai konsekuensi jika aturan dilanggar. Umu menyebut sejumlah sekolah juga mulai menerapkan kebijakan serupa.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan pihak sekolah apabila muncul persoalan dalam proses pendidikan. Ia berpesan agar masalah di sekolah tidak langsung disebarkan di media sosial, melainkan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan guru atau bidang bimbingan konseling (BK) agar dapat diselesaikan dengan bijaksana.
Di akhir sambutan, Umu memberikan apresiasi kepada anak-anak yang berani tampil di depan panggung dengan percaya diri.