BERITA TERKINI
BRIN Dorong Pembangunan Daerah Berbasis Ilmu Pengetahuan lewat Program Desa Inovasi

BRIN Dorong Pembangunan Daerah Berbasis Ilmu Pengetahuan lewat Program Desa Inovasi

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan di Indonesia melalui pendekatan Desa Inovasi. Konsep ini diperkenalkan sebagai model pembangunan terintegrasi yang mengandalkan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi sosial, serta pemberdayaan masyarakat.

Peneliti Pusat Riset Politik BRIN, Siti Zuhro, menjelaskan bahwa Desa Inovasi dirancang untuk memperkuat nilai-nilai peradaban dengan menitikberatkan pembangunan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), bukan semata pada pembangunan infrastruktur fisik.

Menurut Siti, penguatan SDM menjadi kunci agar pembangunan tidak berhenti pada tampilan fisik, melainkan menghasilkan kemajuan yang berdampak pada kualitas manusia. Ia juga menyampaikan bahwa melalui Desa Inovasi, BRIN ingin mengubah paradigma pembangunan di tingkat akar rumput agar program yang berjalan tidak hanya berorientasi pada dana atau bantuan sosial, tetapi mampu memicu kreativitas dan kemandirian masyarakat.

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan Desa Inovasi dibangun di atas lima pilar utama, yakni Smart and Innovative Society, Smart and Innovative Economy, Smart and Innovative Governance, Smart and Innovative Living and Environment, serta Smart and Innovative Heritage. Kelima pilar tersebut dirancang untuk mendorong transformasi pembangunan desa yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Arif menegaskan, melalui program Desa Inovasi, BRIN ingin memastikan hasil riset dapat hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Menanggapi inisiatif tersebut, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan pembangunan desa menjadi salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka penguatan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Yandri menilai lima pilar Desa Inovasi sejalan dengan 12 aksi bangun desa yang dicanangkan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi agar target Indonesia Emas 2045 dapat berjalan sesuai arah.