Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong transformasi perguruan tinggi agar tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan inovasi dan solusi bagi kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem riset dan inovasi nasional. Ia menekankan kampus perlu melahirkan terobosan yang bukan hanya bernilai akademis, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mendukung arah tersebut, BRIN menyiapkan sejumlah program kolaboratif, antara lain pendanaan riset, Degree by Research, magang riset mahasiswa, Research Assistant, serta program mobilitas peneliti dan akademisi di tingkat internasional.
“Transformasi perguruan tinggi diperlukan, tidak hanya sekadar teaching university, namun perlu berkembang menjadi research university, dan pada akhirnya menjadi innovation university yang mampu menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat, industri, dan pemerintah,” kata Arif dalam keterangannya, Selasa, 9 Juni 2026.
Arif menilai masa depan riset Indonesia sangat ditentukan oleh kuatnya kolaborasi berbagai pihak, terutama antara BRIN dan perguruan tinggi. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat hilirisasi hasil penelitian, menghasilkan talenta unggul, meningkatkan daya saing nasional, serta menjadikan riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Pandangan serupa disampaikan Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa. Ia menyebut BRIN dan Universitas Hasanuddin memiliki visi yang sejalan dalam menjadikan riset sebagai instrumen pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, kerja sama kedua institusi selama ini telah berjalan di sejumlah bidang strategis, seperti arkeologi, biodiversitas, kemaritiman, kesehatan, hingga pengembangan material dan biomassa yang mendukung ekonomi hijau dan bioekonomi nasional.
Sementara itu, Rektor Universitas Muslim Indonesia Hambali Thalib menekankan perguruan tinggi perlu berperan sebagai pusat solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia menilai keberhasilan universitas tidak semata diukur dari jumlah lulusan, gedung, atau publikasi ilmiah, melainkan dari kontribusi nyata ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan tantangan sosial dan pembangunan.
“Ukuran keberhasilan universitas adalah sejauh mana ilmu pengetahuan mampu menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujar Hambali.
BRIN berharap penguatan kolaborasi antara lembaga riset, perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dapat memperkuat ekosistem inovasi nasional. Dengan demikian, hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya akademik, melainkan dapat diimplementasikan menjadi solusi yang memberi dampak langsung bagi kemajuan bangsa.