Jakarta—Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) membuka penerimaan proposal penelitian komersial untuk menjaring inovasi teknologi kelapa sawit dari berbagai daerah di Indonesia. Program pendanaan riset ini ditujukan bagi akademisi, ilmuwan pada lembaga riset negara, serta praktisi profesional swasta yang memiliki gagasan aplikatif untuk pengembangan sektor hulu hingga hilir.
BPDP menetapkan batas akhir pendaftaran usulan penelitian pada 30 Juni 2026. Dokumen proposal inti dibatasi maksimal 20 halaman, sementara seluruh rencana kerja dan kelengkapan administrasi wajib dikirimkan secara daring melalui sistem aplikasi terintegrasi di portal resmi program-riset.bpdp.or.id.
Dalam webinar yang diselenggarakan pada akhir April 2026, BPDP memaparkan petunjuk teknis pengajuan proposal, termasuk informasi perluasan komoditas baru, yakni kakao dan kelapa perkebunan. Untuk komoditas kelapa sawit, BPDP menyebut ruang kompetisi tahun ini terbuka luas seiring penghapusan sistem batasan kuota khusus antar-komoditas, dengan tujuan menyaring karya ilmiah bermutu.
BPDP menekankan seleksi proposal bertumpu pada penciptaan nilai tambah nyata pada produk turunan perkebunan. Temuan laboratorium diharapkan memiliki daya guna tinggi agar dapat terserap oleh sektor industri.
Adapun parameter utama penilaian kelayakan usulan inovasi meliputi tingkat keterbaruan serta orisinalitas ide riset, kejelasan peta jalan implementasi teknologi di lapangan, serta potensi nilai komersialisasi pada sektor industri. Selain itu, kemampuan replikasi teknologi menjadi poin penting, dengan ketentuan hasil inovasi dapat diterapkan secara mudah oleh pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) perkebunan di daerah.
BPDP menyatakan proses seleksi dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, dengan evaluasi dokumen yang melibatkan komite penelitian independen serta sejumlah pakar eksternal. Pengusul juga diminta memastikan kesesuaian format dan kelengkapan berkas sebelum pengiriman akhir, karena kekurangan administrasi atau kelebihan jumlah halaman dapat menggugurkan proposal pada tahap awal.