Apple kembali dirumorkan tengah menyiapkan ponsel layar lipat pertamanya yang disebut-sebut akan diberi nama iPhone Ultra. Menjelang peluncuran yang dikabarkan berlangsung pada September mendatang, sejumlah bocoran mengenai desain hingga opsi warna perangkat tersebut mulai ramai dibicarakan.
Salah satu rumor yang mencuat menyebut iPhone Ultra kemungkinan hanya akan tersedia dalam dua pilihan warna saat pertama kali dipasarkan. Informasi ini menarik perhatian karena Apple dinilai kerap menghadirkan beberapa opsi warna pada lini produk terbarunya.
Kabar soal pilihan warna tersebut antara lain diembuskan pembocor teknologi asal China, Ice Universe. Mengutip laporan Macrumors, melalui unggahan di Weibo ia membagikan gambar yang diklaim sebagai wujud iPhone Ultra, dengan tampilan warna putih. Redaksi sumber laporan tersebut juga mencatat gambar yang beredar diduga merupakan unit tiruan (dummy), meski unit seperti ini kerap dibuat berdasarkan skema pabrik dan disebut memiliki tingkat akurasi tinggi.
Rumor warna putih juga diperkuat pembocor lain dengan akun Instant Digital, yang menyatakan bahwa sejauh ini putih menjadi satu-satunya opsi warna yang disebut telah mendapat konfirmasi kuat dari jalur rantai pasokan komponen Apple.
Untuk opsi warna kedua, Macworld melaporkan—mengutip sumber internal industri—Apple kemungkinan memilih biru indigo. Warna ini diperkirakan serupa dengan nuansa Deep Blue yang sebelumnya digunakan pada lini iPhone 17 Pro. Meski begitu, laporan tersebut menyebut Apple diduga sengaja membatasi palet warna untuk seri ultra, sehingga konsumen tidak perlu berharap pada warna-warna mencolok seperti di varian iPhone reguler.
Sejalan dengan itu, jurnalis teknologi Bloomberg Mark Gurman juga disebut menilai Apple cenderung mempertahankan warna-warna tradisional, seperti hitam, abu-abu, putih, atau perak.
Strategi membatasi pilihan warna dinilai bukan hal baru. Langkah serupa pernah dilakukan Apple saat meluncurkan iPhone X pada 2017, yang kala itu hanya hadir dalam dua warna, Silver dan Space Gray.
Selain pertimbangan desain, pembatasan pilihan warna juga dikaitkan dengan aspek produksi. Analis industri Ming-Chi Kuo sebelumnya memperingatkan adanya hambatan manufaktur yang berpotensi membatasi volume pasokan perangkat ini secara global, setidaknya hingga akhir 2026. Dalam kondisi seperti itu, menambah variasi warna pada tahap awal dinilai dapat meningkatkan kompleksitas rantai pasok dan biaya produksi, sementara perakitan ponsel lipat sendiri disebut lebih rumit dibanding model iPhone standar.
Di sisi lain, iPhone Ultra juga diproyeksikan menyasar segmen ultra-premium, dengan estimasi harga melebihi 2.000 dolar AS atau sekitar Rp35 juta. Rumor tersebut menyebut faktor warna kemungkinan bukan pertimbangan utama bagi calon pembeli di kelas ini.
Seluruh informasi ini masih sebatas rumor. Peluncuran iPhone Ultra disebut akan berlangsung pada September mendatang, dan dikabarkan digelar bersamaan dengan debut iPhone 18 Pro serta iPhone 18 Pro Max.