BERITA TERKINI
AWS: Adopsi AI di ASEAN Melonjak, 29 Persen Bisnis Sudah Menggunakan

AWS: Adopsi AI di ASEAN Melonjak, 29 Persen Bisnis Sudah Menggunakan

Amazon Web Services (AWS) menyatakan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) tumbuh sangat cepat. Pernyataan itu disampaikan Managing Director AWS untuk ASEAN, Jeff Johnson, dalam sesi Media Briefing ASEAN di sela ajang tahunan AWS re:Invent 2025 yang berlangsung di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, pada 1–5 Desember waktu setempat.

Johnson memaparkan hasil riset terbaru AWS bersama firma riset Strand. Dalam riset tersebut, 29 persen bisnis di ASEAN dilaporkan sudah mengadopsi AI, meningkat dari 21 persen pada tahun sebelumnya.

Secara total, lebih dari 21 juta bisnis di kawasan ini disebut telah memakai AI. Angka itu mencakup 5,7 juta bisnis baru yang mulai mengadopsi AI dalam satu tahun terakhir. Johnson menyebut laju pertumbuhan tersebut setara dengan sekitar 11 bisnis per menit yang mulai menggunakan AI.

Menurut Johnson, peningkatan adopsi didorong oleh kombinasi sejumlah faktor, mulai dari pesatnya pertumbuhan startup digital, cepatnya adopsi pendekatan mobile-first, hingga investasi besar dari perusahaan besar dan sektor publik pada teknologi AI generatif.

Meski demikian, ia menekankan bahwa sebagian besar bisnis masih berada pada tahap awal pemanfaatan AI. Pada tahap “basic”, pemakaian AI umumnya berfokus pada efisiensi internal dan otomatisasi sederhana, belum sampai pada transformasi proses bisnis yang lebih kompleks.

Johnson menyebut hanya 11 persen bisnis di ASEAN yang sudah masuk kategori “AI transformative” atau “AI native”. Namun, AWS mulai melihat pergeseran ke penggunaan AI yang lebih matang, termasuk untuk membangun layanan baru, mempercepat operasional, dan menciptakan model bisnis yang sebelumnya sulit dijangkau.

Ia juga memaparkan contoh pemanfaatan AI oleh perusahaan di kawasan. Platform stok foto 123RF dari Malaysia, misalnya, menggunakan model Amazon Nova Pro dan Nova Lite untuk membuat deskripsi otomatis pada jutaan konten visual, sehingga waktu pencarian diklaim turun hingga 90 persen. Sementara pengembang properti Sansiri dari Thailand memanfaatkan AI generatif untuk mempercepat respons pelanggan dan memproses puluhan ribu invoice setiap bulan.

Dalam kesempatan yang sama, Johnson menyampaikan AWS memperkuat investasi di Asia Tenggara, seiring meningkatnya kebutuhan teknologi AI di kawasan. AWS juga menyebut teknologi seperti Bedrock dan Nova mulai digunakan oleh sejumlah perusahaan di wilayah tersebut.