SURABAYA—Alumni Psikologi Universitas Airlangga (Apsilangga) menggelar seminar bertajuk “Keluarga vs Gadget: Masih Bisa Dekat?” di Aula Fakultas Psikologi Unair, Surabaya, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini diikuti total 250 peserta, baik yang hadir langsung maupun yang bergabung melalui Zoom.
Seminar tersebut menjadi agenda perdana pengurus Apsilangga periode 2025–2030. Ketua Apsilangga, Ikhsan, menyebut tema yang diangkat sengaja dipilih agar membahas persoalan nyata yang tengah dihadapi keluarga saat ini.
“Teknologi sudah masuk ke ruang paling intim kita: keluarga,” kata Ikhsan dalam seminar itu. Ia menekankan bahwa tantangan utama bukan menolak teknologi, melainkan memastikan keluarga tetap menjadi ruang aman yang manusiawi.
Dalam pemaparannya, seminar menyoroti sejumlah data yang menggambarkan perubahan sosial yang terjadi. Data APJII 2025 menyebutkan 80,66 persen penduduk Indonesia telah terhubung dengan internet. Pada saat yang sama, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 11,97 persen populasi Indonesia berada pada usia lanjut, menandai Indonesia memasuki era aging population atau penuaan penduduk.
Seminar juga mengangkat temuan Litbang Kompas yang menyebut 67 persen masyarakat berada dalam posisi Generasi Sandwich, yakni kelompok yang harus menanggung kebutuhan anak sekaligus merawat orang tua yang menua. Kombinasi tingginya keterhubungan internet, meningkatnya jumlah lansia, serta beban finansial dan psikologis pada usia produktif dinilai dapat memengaruhi kualitas komunikasi dalam keluarga.
Sejumlah fenomena yang muncul akibat kondisi tersebut turut dibahas, di antaranya technoference—ketika gawai mengganggu interaksi tatap muka—serta sharenting, ketika orang tua terlalu mengeksploitasi anak di media sosial. Dalam konteks lansia, seminar menyinggung risiko isolasi sosial yang dapat terjadi ketika mereka semakin tersisih di tengah lalu lintas komunikasi digital.
Untuk mengurai persoalan tersebut, Apsilangga menghadirkan tiga narasumber dari bidang psikologi. Seminar diarahkan untuk membahas dinamika keluarga di tengah penetrasi teknologi, beban generasi produktif, serta tantangan yang dihadapi lansia.