BERITA TERKINI
Apple Terapkan Verifikasi Usia untuk Unduhan Aplikasi 18+ di Sejumlah Negara

Apple Terapkan Verifikasi Usia untuk Unduhan Aplikasi 18+ di Sejumlah Negara

Apple memperluas langkah perlindungan anak dengan menerapkan verifikasi usia untuk mengunduh aplikasi yang ditandai 18+ di App Store. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 24 Februari di Australia, Brasil, dan Singapura. Tanpa konfirmasi usia, pengguna tidak dapat mengakses aplikasi-aplikasi tersebut.

Proses verifikasi disebut dilakukan secara otomatis melalui App Store dengan menggunakan “metode yang wajar”. Selain itu, pengembang aplikasi dapat diwajibkan memakai API Rentang Usia yang Dideklarasikan untuk memastikan usia pengguna di sisi mereka. Langkah ini dikaitkan dengan regulasi baru yang menuntut pembedaan yang jelas antara pengguna dewasa dan pengguna di bawah umur.

Di Brasil, perubahan ini juga berdampak pada aplikasi yang memuat fitur loot box. Aplikasi dengan konten tersebut disebut otomatis dinilai ulang menjadi kategori 18+, sejalan dengan aturan setempat yang melarang ketersediaannya bagi anak-anak. Pengembang juga dapat melihat kelompok usia pengguna apabila pengguna atau orang tua memilih untuk membagikan informasi tersebut.

Ketentuan serupa juga disebut berlaku di negara bagian Utah dan Louisiana di Amerika Serikat. Di kedua wilayah itu, pengembang diwajibkan menggunakan API untuk memverifikasi usia pengguna dan, dalam kondisi tertentu, meminta persetujuan orang tua tidak hanya saat pemasangan aplikasi, tetapi juga ketika ada pembaruan besar yang memperkenalkan fitur baru.

Jadwal penerapan aturan di Utah ditetapkan pada 6 Mei 2026, sementara Louisiana pada 1 Juli 2026. Regulasi tersebut juga memuat sanksi: di Utah, orang tua dapat dikenai denda hingga US$1.000 untuk setiap pelanggaran, sedangkan di Louisiana denda dapat mencapai US$10.000 per pelanggaran.

Di sisi lain, Apple disebut telah lama memperingatkan risiko verifikasi identitas yang terlalu menyeluruh, termasuk penggunaan dokumen, karena perusahaan tidak ingin mengumpulkan data sensitif atau membagikannya kepada pengembang. Namun, tekanan regulator yang menuntut perlindungan anak lebih ketat mendorong perusahaan mengambil langkah-langkah baru ini, yang menandai meningkatnya kompleksitas dalam menyeimbangkan privasi pengguna dan kewajiban hukum.