Apple memperkenalkan fitur baru bernama Spatial Reframing dalam konferensi pengembang tahunan Worldwide Developers Conference (WWDC) 2026 yang digelar pada Senin (8/9/2026) waktu Amerika Serikat atau Selasa (9/6/2026) dini hari waktu Indonesia.
Spatial Reframing merupakan fitur bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna mengubah sudut pandang, perspektif, hingga tingkat zoom pada foto yang sudah diambil. Fitur ini menjadi bagian dari rangkaian Apple Intelligence dan ditujukan untuk membantu pengguna memperbaiki hasil foto yang komposisinya dianggap kurang sesuai.
Dalam demonstrasinya, Director Camera and Photos Software Engineer Apple, Alok Deshpande, menunjukkan cara kerja fitur tersebut. Pengguna dapat menggeser jari di layar untuk menata ulang komposisi foto seolah-olah kamera diambil dari posisi berbeda. Secara sederhana, latar belakang foto dibuat seperti berada di lapisan terpisah dari subyek sehingga posisinya bisa diubah.
Selain itu, pengguna bisa melakukan pinch-to-zoom untuk memperbesar atau memperkecil area gambar yang ingin ditampilkan. Dalam demo, Deshpande menyesuaikan posisi subyek dan menggeser latar belakang agar lebih presisi, sekaligus mengubah tingkat zoom untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih proporsional.
Menurut Deshpande, Spatial Reframing lahir dari pengembangan teknologi spatial computing dan visual intelligence yang sebelumnya digunakan pada sistem operasi visionOS di headset Apple Vision Pro.
Fitur ini bekerja dengan memindai foto menggunakan model AI spasial milik Apple. Ketika pengguna mengubah sudut atau perspektif gambar, sistem akan menandai area yang perlu dihasilkan AI melalui efek buram. Setelah komposisi dirasa sesuai, pengguna menekan tombol “Reframe” agar Apple Intelligence menghasilkan bagian gambar baru yang dibutuhkan sehingga foto terlihat alami mengikuti perspektif yang dipilih.
Apple menyebut Spatial Reframing memanfaatkan kombinasi pemrosesan AI di perangkat (on-device) dan layanan komputasi awan Private Cloud Compute. Pendekatan ini diklaim dapat membuat proses pengeditan berjalan cepat sekaligus menjaga privasi pengguna.
Fitur serupa pada dasarnya sudah tersedia di sejumlah ponsel pintar, misalnya untuk memperluas latar belakang atau menambahkan area foto yang hilang. Namun, Apple mengeklaim perbedaannya terletak pada kemampuan pengguna untuk melihat perubahan perspektif dan area yang akan dihasilkan AI secara langsung selama proses pengeditan.
Apple juga menyatakan bahwa Spatial Reframing tidak terbatas pada foto yang diambil dengan kamera iPhone. Fitur ini dapat diterapkan pada hampir semua gambar yang tersimpan di perangkat.
Spatial Reframing dijadwalkan tersedia bersamaan dengan peluncuran iOS 27 pada musim gugur tahun ini (September–November).