Apple menambah fitur pelacakan perimenopause dan menopause pada aplikasi Apple Health. Fitur baru ini akan terintegrasi dengan layanan pelacakan siklus menstruasi yang sudah tersedia, dengan tujuan membantu pengguna mengenali perubahan pola siklus yang dapat mengarah ke fase perimenopause.
Berdasarkan laporan Tech Crunch pada Senin (8/6/2026) waktu setempat, pembaruan tersebut dirancang untuk memberikan peringatan dini. Melalui algoritma, pengguna akan menerima notifikasi otomatis ketika pola siklus menstruasi menunjukkan perubahan konstan yang mengarah pada perimenopause, yakni masa transisi alami tubuh sebelum memasuki menopause.
Wakil Presiden Manajemen Produk OS Apple, Stacey Ford, mengatakan fitur ini tidak hanya menampilkan pengingat visual. Sistem juga dibuat interaktif agar pengguna dapat mencatat berbagai gejala fisik maupun emosional yang kerap muncul selama perimenopause dan menopause.
“Melalui pencatatan ini, Anda dapat memahami lebih banyak mengenai apa yang sedang terjadi pada tubuh Anda sendiri. Dengan begitu, Anda akan jauh lebih siap dan percaya diri ketika harus berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis,” ujar Stacey Ford dalam keterangan resminya.
Selain lembar catatan digital, Apple turut menambahkan materi edukasi berbasis ilmiah di dalam aplikasi. Materi ini ditujukan untuk membantu perempuan memetakan perubahan hormon serta memahami gejala yang kerap dianggap membingungkan.
Apple menilai perluasan fitur kesehatan ini juga sejalan dengan meningkatnya perhatian publik terhadap isu perimenopause dan menopause. Topik tersebut disebut semakin banyak dibahas di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram, serta diangkat dalam berbagai program edukasi di televisi.
Dari sisi pasar, kebutuhan layanan pemantauan terkait perimenopause dan menopause dinilai kian besar. Mengacu pada penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Menopause, sekitar 1,1 miliar perempuan di seluruh dunia tercatat telah memasuki fase pasca-menopause hingga akhir tahun lalu. Kondisi ini turut mendorong pertumbuhan investasi pada layanan kesehatan digital (femtech) yang berfokus pada perimenopause dan menopause.
Salah satu contoh yang disebut adalah Midi Health, perusahaan layanan kesehatan digital khusus perempuan. Pada Februari lalu, perusahaan tersebut mendapatkan pendanaan Seri D senilai 100 juta dolar AS, yang disebut mendorong valuasinya menjadi 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,3 triliun).
Dengan penambahan fitur baru di Apple Health, pemantauan kesehatan reproduksi diharapkan semakin mudah diakses melalui perangkat pengguna. Apple menempatkan pembaruan ini sebagai upaya membantu perempuan menghadapi masa transisi biologis dengan dukungan pemantauan dan informasi yang lebih terstruktur.