Apple mengumumkan ekosistem App Store diperkirakan akan mendukung pendapatan dan nilai transaksi para pengembang dengan total lebih dari US$1,4 triliun pada 2025. Perusahaan menyoroti bahwa aplikasi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) menjadi kelompok dengan pertumbuhan tercepat di platform tersebut, menjelang gelaran Konferensi Pengembang Sedunia (WWDC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung minggu depan.
Berdasarkan riset terbaru Analysis Group, App Store mendukung total pendapatan dan transaksi global sebesar US$1,437 triliun pada 2015, atau hampir tiga kali lipat dibandingkan 2019. Apple juga menyatakan lebih dari 90% nilai transaksi tersebut tidak dikenakan biaya komisi.
Salah satu temuan yang disorot dalam laporan itu adalah meningkatnya adopsi AI di aplikasi populer. Apple menyebut lebih dari 40 dari 100 aplikasi terpopuler di App Store kini mengintegrasikan fitur AI untuk pengguna akhir. Kelompok aplikasi tersebut, menurut Apple, mencatat tingkat pertumbuhan pendapatan empat kali lebih tinggi dibandingkan 100 aplikasi lainnya.
“Para pengembang adalah jantung dari App Store, dan pencapaian ini merupakan bukti kreativitas mereka yang tak terbatas,” kata CEO Apple Tim Cook dalam pengumuman terkait hasil penelitian tersebut.
Laporan yang sama menunjukkan sebagian besar nilai ekonomi di App Store berasal dari layanan fisik, bukan konten digital. Pada 2025, barang dan jasa fisik seperti ritel, pengiriman makanan, layanan transportasi daring, dan perjalanan diperkirakan menyumbang sekitar US$1,1 triliun. Sementara itu, pendapatan dari barang dan jasa digital diproyeksikan mencapai US$149 miliar, dan iklan dalam aplikasi menambah US$151 miliar.
Apple menyatakan App Store saat ini melayani rata-rata lebih dari 850 juta pengguna per minggu di 175 negara dan wilayah. Basis pengguna ini, menurut perusahaan, membantu pengembang menjangkau pelanggan global dan memperluas bisnis melalui platform tersebut.
Selain mendorong tren baru di App Store, Apple menilai AI juga mengubah cara aplikasi dibuat. Perusahaan menyebut banyak pengembang mulai mengintegrasikan AI ke dalam produk di berbagai bidang, mulai dari perawatan kesehatan, pengeditan foto dan video, hingga alat kerja yang mengotomatiskan tugas.
Untuk mendukung arah tersebut, Apple memperluas perangkat AI bagi pengembang. Salah satu yang disorot adalah Foundation Models Framework, yang memungkinkan pengembang memanfaatkan model bahasa skala besar Apple Intelligence langsung di perangkat. Apple menyatakan pendekatan ini dirancang untuk membantu melindungi privasi pengguna, mendukung pengoperasian offline, dan tidak menimbulkan biaya inferensi AI.
Apple juga menyebut versi Xcode 26 yang akan datang akan menyertakan fitur pemrograman berbasis AI. Teknologi yang disebut “agentic coding” diklaim dapat meningkatkan tingkat otomatisasi pada tugas tertentu, sehingga membantu pengembang mempersingkat waktu pengembangan dan pengujian aplikasi.
Rangkaian alat baru itu diperkirakan menjadi salah satu tema utama WWDC 2026. Apple menyatakan acara tahun ini akan menghadirkan lebih dari 100 sesi untuk pengembang, dengan fokus pada teknologi baru, API, dan platform dalam ekosistem perusahaan.