Informasi mengenai potensi berhentinya sejumlah aplikasi perbankan pada perangkat yang tidak memenuhi standar keamanan sistem belakangan menjadi perhatian komunitas teknologi. Isu ini dikaitkan dengan Surat Edaran 77/2025/TT-NHNN yang mulai berlaku pada 1 Maret dan mengatur aspek keselamatan serta keamanan penyediaan layanan daring di industri perbankan.
Dalam ketentuan tersebut, aplikasi perbankan seluler diwajibkan memutus koneksi secara otomatis apabila mendeteksi perangkat berada dalam kondisi berisiko, seperti telah di-root, di-jailbreak, atau bootloader dibuka. Aktivasi mode debugging maupun penggunaan aplikasi di lingkungan emulator juga dapat memicu pembatasan akses, sebagai langkah perlindungan terhadap aset dan data pelanggan.
Tidak semua ponsel impor disebut terdampak. Namun, karena berkaitan langsung dengan transaksi keuangan dan data pribadi, penggunaan perangkat resmi yang diproduksi khusus untuk pasar Vietnam dinilai lebih aman.
Secara umum, perangkat yang dirancang untuk pasar domestik dapat menghadapi keterbatasan, seperti tidak mendukung bahasa Vietnam, layanan Google, atau mengalami keterlambatan notifikasi. Untuk mengatasi hal ini, sebagian pengguna memilih memodifikasi perangkat lebih jauh, misalnya membuka bootloader guna memasang ROM internasional. Namun, tindakan tersebut juga berarti membongkar lapisan keamanan bawaan yang dapat membuat perangkat lebih rentan terhadap malware atau alat yang diam-diam melacak serta merekam data perbankan.
Kondisi ini menempatkan sebagian pemilik perangkat pada dilema antara fungsionalitas dan keamanan. Mempertahankan perangkat dalam kondisi asli dapat membantu memenuhi standar keamanan bank, tetapi berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan terkait layanan lokasi, layanan Google, atau notifikasi penting. Sebaliknya, memodifikasi perangkat agar berjalan lebih lancar dapat meningkatkan risiko pembatasan akses ke layanan keuangan dan layanan publik, termasuk VNeID.
Di tengah pengetatan aturan keamanan, perangkat yang sejak awal dioptimalkan untuk pasar Vietnam disebut menawarkan kompatibilitas sejak pertama kali digunakan, tanpa memerlukan intervensi teknis tambahan. Selain stabilitas perangkat lunak, dukungan purna jual melalui pusat layanan resmi juga menjadi pertimbangan, termasuk ketersediaan suku cadang dan kebijakan garansi yang pada sejumlah merek disebut dapat mencapai 24 bulan.
Dalam konteks tersebut, menunggu versi resmi untuk pasar Vietnam dipandang sebagai langkah untuk memperoleh pengalaman penggunaan yang lebih stabil dan meminimalkan kekhawatiran terkait gangguan layanan, terutama yang berhubungan dengan aplikasi perbankan dan layanan publik.