BERITA TERKINI
Anthropic Minta Pengembangan AI Global Diperlambat, Khawatir Sistem Mencapai Kemampuan Memperbaiki Diri

Anthropic Minta Pengembangan AI Global Diperlambat, Khawatir Sistem Mencapai Kemampuan Memperbaiki Diri

KOMPAS.com – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic meminta para pesaingnya mempertimbangkan untuk memperlambat pengembangan AI secara global. Seruan tersebut disampaikan melalui blog resmi perusahaan pada Kamis (4/6/2026).

Anthropic menilai laju kemajuan AI saat ini kian mendekati ambang batas berbahaya, yakni kemampuan sistem untuk meningkatkan dirinya sendiri tanpa campur tangan manusia. Kemampuan itu dikenal dengan istilah recursive self-improvement atau perbaikan diri rekursif.

Dalam konsep perbaikan diri rekursif, sebuah AI dapat memperbaiki kemampuannya sendiri, lalu hasil peningkatan itu membuatnya mampu melakukan peningkatan berikutnya dengan lebih cepat. Proses tersebut dapat berulang dalam siklus yang kian dipercepat.

Di kalangan peneliti AI, ambang batas ini telah lama dipandang sebagai penanda potensi bahaya besar dan guncangan sosial yang luas. Karena itu, Anthropic menilai dunia perlu memiliki opsi untuk memperlambat atau bahkan menghentikan sementara pengembangan AI tingkat lanjut.

“Kami percaya akan baik bagi dunia jika ada opsi untuk memperlambat atau menghentikan sementara pengembangan AI tingkat lanjut, agar struktur sosial dan riset penyelarasan bisa mengejar laju perkembangan teknologi ini,” tulis Marina Favaro dan Jack Clark dalam blog tersebut. Clark merupakan salah satu pendiri Anthropic sekaligus kepala bidang manfaat publik perusahaan.

Anthropic menegaskan perbaikan diri rekursif belum terjadi. Namun perusahaan memperingatkan kondisi itu bisa muncul lebih cepat daripada kesiapan banyak institusi. Clark menyebut ambang batas tersebut dapat tercapai dalam waktu dua tahun, bahkan mungkin lebih cepat.

“Fenomena teknologi seperti itu belum pernah ada sebelumnya, tapi saya yakin ini bisa terjadi dalam dua tahun ke depan, mungkin lebih cepat,” kata Clark.

Clark juga menilai, tanpa perlambatan global yang terkoordinasi, dunia berada dalam situasi berisiko karena teknologi yang sangat kuat sedang dikembangkan dengan kecepatan tinggi oleh banyak pihak di berbagai negara. Ia menambahkan, persaingan komersial dan geopolitik dapat menenggelamkan aspek eksistensial dari teknologi yang tengah dibangun.

Untuk itu, Anthropic mengusulkan adanya kesepakatan global yang mengatur cara memperlambat pengembangan AI, termasuk mekanisme verifikasi agar para pihak benar-benar mematuhinya. Perusahaan membandingkan gagasan tersebut dengan perjanjian senjata nuklir, meski mereka menilai pengawasan dalam konteks AI akan jauh lebih sulit dilakukan.