BERITA TERKINI
Anak Muda di Taiwan Mulai Tinggalkan LINE, Beralih ke Instagram, Messenger, dan Discord

Anak Muda di Taiwan Mulai Tinggalkan LINE, Beralih ke Instagram, Messenger, dan Discord

Perubahan kebiasaan komunikasi digital di kalangan anak muda Taiwan tengah menjadi sorotan. Aplikasi pesan instan LINE, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai platform utama untuk berbagai kebutuhan—mulai dari koordinasi pekerjaan hingga percakapan keluarga—kini disebut mulai ditinggalkan oleh pengguna generasi muda.

Pembahasan ini mencuat setelah sebuah unggahan di Threads viral dan memicu diskusi luas. Seorang warganet perempuan mengaku semula mengira anggapan bahwa anak muda tidak lagi memakai LINE hanyalah lelucon. Namun, setelah memperhatikan kebiasaan remaja di sekitarnya, ia merasa ada kebenaran dalam perubahan tersebut.

Ia pun melontarkan pertanyaan, “Sekarang anak muda mengobrol pakai apa?” Pertanyaan itu memancing respons ramai dari warganet dan memperlihatkan pola yang relatif seragam: LINE kini lebih sering dipandang sebagai aplikasi untuk urusan fungsional dan formal.

Sejumlah komentar menilai LINE semakin identik dengan komunikasi pekerjaan. Ada yang menyebut aplikasi itu “hampir cuma tersisa grup kantor”, sementara yang lain mengatakan LINE telah “dirusak oleh urusan kantor” sehingga setelah pulang kerja mereka enggan membukanya. Selain urusan pekerjaan, LINE juga disebut banyak digunakan untuk komunikasi lintas generasi, seperti grup keluarga.

Seorang ibu turut membagikan pengalamannya bahwa dua putrinya lebih sering memakai Instagram dan Messenger, dan jarang menggunakan LINE. Menurutnya, LINE lebih banyak dipakai untuk grup keluarga, sementara anak-anaknya hanya sesekali melihat percakapan orang tua.

Dari diskusi tersebut, tiga platform disebut menjadi tujuan utama migrasi komunikasi personal anak muda: Instagram, Facebook Messenger, dan Discord. Instagram, melalui fitur Direct Message (DM), disebut lebih sering digunakan untuk berinteraksi dengan kenalan baru atau teman yang belum terlalu akrab. Messenger tetap dipilih untuk berkomunikasi dengan teman sebaya yang sudah dekat. Sementara Discord menjadi ruang komunal bagi mereka yang memiliki minat atau hobi serupa, membangun komunitas berdasarkan ketertarikan.

Secara umum, pergeseran ini menggambarkan cara generasi muda membagi ruang komunikasi mereka. LINE cenderung ditempatkan sebagai kanal untuk urusan profesional atau formal, sedangkan percakapan pribadi dan sosial berpindah ke platform lain yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.