BERITA TERKINI
Alphabet Rencanakan Penggalangan Dana US$80 Miliar untuk Perkuat Infrastruktur AI Google

Alphabet Rencanakan Penggalangan Dana US$80 Miliar untuk Perkuat Infrastruktur AI Google

Alphabet mengungkapkan rencana menghimpun dana sebesar US$80 miliar atau sekitar Rp1.300 triliun yang akan difokuskan untuk memperluas dan memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) perusahaan. Investasi bernilai jumbo ini disebut menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah perusahaan dan menegaskan posisi AI sebagai elemen penting bagi masa depan bisnis Google.

Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi untuk menjalankan teknologi AI yang kian canggih. Model AI modern membutuhkan kapasitas pusat data yang besar, perangkat keras khusus, serta jaringan yang mampu memproses miliaran data dalam waktu singkat. Karena itu, pembangunan infrastruktur dipandang sebagai faktor kunci untuk mendukung pengembangan teknologi AI generasi berikutnya.

Untuk mendukung rencana investasi tersebut, Alphabet menyiapkan beberapa skema pendanaan. Perusahaan berencana melakukan penawaran saham publik senilai US$30 miliar. Selain itu, Alphabet juga menyiapkan program penjualan saham bertahap senilai US$40 miliar yang akan dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

Di luar itu, Berkshire Hathaway—perusahaan investasi milik Warren Buffett—dikabarkan akan berpartisipasi melalui investasi privat senilai US$10 miliar. Alphabet menyatakan strategi pendanaan ini dirancang untuk mendukung ekspansi secara seimbang sekaligus menjaga kondisi keuangan tetap sehat.

Dengan tambahan modal tersebut, Google disebut dapat mempercepat pembangunan pusat data baru, memperluas kapasitas server AI, dan meningkatkan kemampuan komputasi yang menjadi fondasi berbagai layanan digital mereka.

Rencana investasi besar ini ditopang oleh kinerja bisnis Alphabet yang masih menunjukkan pertumbuhan. Pada kuartal pertama 2026, Alphabet mencatat pendapatan US$110 miliar, naik sekitar 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu didorong oleh berbagai lini bisnis, termasuk layanan pencarian, iklan digital, cloud computing, serta layanan berbasis langganan.

Alphabet juga mengungkapkan jumlah pelanggan berbayar di berbagai layanan Google telah mencapai 350 juta pengguna di seluruh dunia. Pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa ekosistem layanan Google masih memiliki daya tarik kuat di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat.

Investasi ini sekaligus memperlihatkan AI sebagai prioritas utama strategi bisnis Google. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan terus mengembangkan teknologi berbasis AI yang diterapkan pada mesin pencari, layanan cloud, produktivitas digital, hingga asisten virtual. Seiring meningkatnya kebutuhan terhadap AI, Google dinilai memerlukan infrastruktur yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

Alphabet memperkirakan total belanja modal (capital expenditure/CapEx) perusahaan dapat mencapai US$180 miliar hingga US$190 miliar sepanjang 2026. Angka tersebut diprediksi meningkat lagi pada 2027 seiring bertambahnya kebutuhan komputasi untuk mendukung layanan AI generasi baru.

Langkah Alphabet memperkuat infrastruktur AI juga mencerminkan persaingan global yang kian sengit. Perusahaan-perusahaan teknologi besar saat ini berlomba membangun pusat data dan mengembangkan teknologi komputasi untuk mendukung model AI berskala besar. Bagi Google, investasi US$80 miliar tidak hanya ditujukan untuk menambah kapasitas, tetapi juga untuk menjaga posisi perusahaan di garis depan inovasi kecerdasan buatan.

Alphabet menilai penguatan infrastruktur dapat membuka peluang menghadirkan layanan AI yang lebih cepat dan cerdas bagi pengguna di berbagai wilayah. Investasi ini juga menjadi sinyal bahwa perkembangan AI masih berada pada tahap awal, dengan potensi integrasi yang semakin luas dalam kehidupan sehari-hari pada tahun-tahun mendatang.