Persaingan kecerdasan buatan (AI) global kembali memanas setelah Alibaba memperkenalkan model AI terbarunya, Qwen3.7-Max. Perusahaan teknologi asal China itu mengklaim model tersebut mampu melampaui performa sejumlah model AI milik OpenAI dan Google dalam pengujian kemampuan pemrograman atau coding.
Peluncuran Qwen3.7-Max menandai langkah agresif perusahaan-perusahaan teknologi China untuk memperkuat posisi dalam kompetisi AI global yang selama ini banyak didominasi perusahaan Amerika Serikat seperti OpenAI, Google, dan Anthropic.
Menurut laporan India Today pada Jumat (29/05/2026), Alibaba menyebut Qwen3.7-Max menempati peringkat keempat dunia dalam Code Arena, tolok ukur yang mengukur kemampuan model AI menyelesaikan tugas pemrograman secara mandiri. Model itu meraih skor 1.541, berada di bawah model AI keluarga Claude milik Anthropic yang dikenal kuat di sektor coding.
Alibaba menyatakan Qwen3.7-Max dirancang sebagai AI agentic, yakni agen AI yang dapat bekerja lebih otonom dibanding chatbot konvensional yang terutama merespons pertanyaan pengguna. Dengan pendekatan tersebut, sistem diklaim mampu menangani proyek kompleks tanpa perlu arahan terus-menerus dari manusia.
Perusahaan menyebut model ini dapat mengelola proyek perangkat lunak multi-file, membangun prototipe antarmuka pengguna, menjalankan otomatisasi pekerjaan kantor dengan tools eksternal, serta melakukan pengembangan perangkat lunak secara mandiri dalam durasi panjang.
Dalam demonstrasi internal, Alibaba menyatakan Qwen3.7-Max mampu bekerja sekitar 35 jam tanpa henti untuk mengoptimalkan kode salah satu chip AI milik perusahaan. Selama proses itu, sistem disebut menjalankan lebih dari 432 pengujian kernel dan melakukan lebih dari 1.100 pemanggilan alat bantu pemrograman.
Alibaba mengklaim optimasi tersebut menghasilkan peningkatan performa hingga 10 kali lipat dibanding implementasi awal, meski model AI itu disebut belum pernah dilatih menggunakan arsitektur chip tersebut sebelumnya.
Peluncuran Qwen3.7-Max juga menunjukkan perubahan strategi Alibaba. Jika seri Qwen sebelumnya dirilis secara open-source, versi terbaru ini bersifat proprietary dan hanya tersedia melalui layanan API Alibaba Cloud Model Studio.
Selain kemampuan coding, Alibaba juga menyatakan Qwen3.7-Max dapat digunakan untuk memantau sistem pelatihan AI, mendeteksi perilaku mencurigakan dalam pengembangan perangkat lunak, serta membantu sistem robotika bernavigasi di lingkungan fisik.
Penguatan infrastruktur agentic AI di Alibaba Cloud
Bersamaan dengan peluncuran model baru, Alibaba Cloud memperkenalkan sejumlah inovasi infrastruktur AI dalam Konferensi Qwen internasional pertama yang digelar di Singapura.
Chief Technology Officer dan President of International Business Alibaba Cloud, Dr. Feifei Li, menyatakan era agentic AI akan mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi.
“Melalui ekosistem AI full-stack yang kami bangun, kami tidak hanya menghadirkan model AI yang canggih, tetapi juga produk AI-native dan infrastruktur cloud agentic yang membantu pelanggan global mengintegrasikan AI ke dalam operasional mereka secara lebih mulus,” ujar Feifei Li.
Alibaba Cloud juga memperkenalkan Qwen Cloud, platform cloud AI-native yang ditujukan untuk memudahkan pengembang dan perusahaan membangun aplikasi berbasis AI. Platform ini mendukung berbagai model AI untuk pemrosesan teks, gambar, audio, video, hingga embedding.
Selain itu, perusahaan meluncurkan portal “Skills” yang memungkinkan agen AI mengakses lebih dari 60 layanan cloud Alibaba melalui pendekatan berbasis Model Context Protocol (MCP).
Di segmen enterprise, Alibaba memperkenalkan JVS Agent Suite, rangkaian alat pengembangan agen AI yang ditujukan membantu perusahaan membangun sistem AI otonom yang mampu bekerja lintas aplikasi dan melakukan kolaborasi antarsistem AI.
Bagian dari tren persaingan AI China-AS
Kemunculan Qwen3.7-Max disebut menjadi bagian dari tren meningkatnya persaingan AI antara perusahaan teknologi China dan Amerika Serikat. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan China seperti DeepSeek, Kimi, dan Zhipu AI juga dilaporkan menunjukkan kemajuan pesat dalam pengembangan large language model (LLM).
Persaingan kini tidak lagi terbatas pada chatbot percakapan, tetapi mulai bergeser ke pengembangan AI agent yang diklaim mampu bekerja layaknya engineer atau asisten profesional mandiri.
Alibaba juga mengumumkan keanggotaannya sebagai Platinum Member di PyTorch Foundation di bawah Linux Foundation untuk mendukung pengembangan ekosistem AI open-source.
Dalam upaya memperluas komunitas, Alibaba Cloud turut menggelar hackathon global bagi pengembang dan startup untuk membangun agen AI berbasis model Qwen. Perusahaan juga mengadakan kompetisi film pendek berbasis AI bersama platform kreatif Picsart menggunakan model video AI Alibaba bernama HappyHorse.