BERITA TERKINI
Akses Internet Internasional Iran Kembali, Warga Masih Keluhkan Koneksi Lemot dan Gangguan

Akses Internet Internasional Iran Kembali, Warga Masih Keluhkan Koneksi Lemot dan Gangguan

Akses internet internasional di Iran dilaporkan kembali tersedia setelah pembatasan ketat selama masa konflik berakhir. Namun, banyak warga menyebut kualitas jaringan belum kembali normal karena koneksi masih lambat, sering terganggu, dan sejumlah layanan luar negeri sulit diakses.

Keluhan muncul seiring upaya pemerintah memulihkan layanan internet setelah periode pemadaman dan pembatasan yang terjadi selama perang serta gejolak domestik dalam beberapa bulan terakhir. Meski sebagian besar pembatasan lalu lintas internet global disebut telah dilonggarkan, pengguna di berbagai wilayah masih menghadapi koneksi yang tidak stabil.

Sejumlah warga menggambarkan kondisi internet saat ini sebagai jaringan yang “rusak” atau “setengah mati”. Mereka melaporkan koneksi kerap terputus lalu tersambung kembali, kecepatan jauh lebih lambat dibanding sebelum perang, serta kesulitan mengakses situs dan aplikasi internasional yang sebelumnya dapat digunakan.

Selain itu, beberapa pembatasan berbasis Domain Name System (DNS) yang diterapkan saat masa pemadaman disebut masih aktif. Dampaknya, berbagai layanan digital—mulai dari email, notifikasi aplikasi, layanan cloud, hingga platform berbasis internet lainnya—masih mengalami gangguan. Keluhan serupa ramai muncul di media sosial maupun kolom komentar portal berita Iran.

Masalah lain yang banyak dikeluhkan adalah layanan VPN yang tidak berfungsi normal. Selama ini, VPN menjadi alat utama bagi warga Iran untuk mengakses ribuan situs dan platform yang dibatasi pemerintah. Walau akses ke toko aplikasi seperti App Store dan Google Play dilaporkan sudah dibuka kembali, sebagian pengguna mengaku tetap kesulitan memperbarui atau mengunduh aplikasi VPN karena jaringan yang tidak stabil.

Di tengah ketidakpastian tersebut, sebagian warga mulai mencari alternatif, termasuk membeli perangkat internet satelit Starlink atau menggunakan kartu SIM dari negara tetangga seperti Irak untuk mendapatkan akses yang dinilai lebih baik. Beberapa laporan pengguna juga menyebut kekhawatiran bahwa pembatasan dapat diberlakukan kembali sewaktu-waktu.

Pakar teknologi Iran, Vahid Farid, menilai gangguan yang terjadi tampak lebih sistematis dibanding sekadar masalah teknis. Ia menyebut lalu lintas User Datagram Protocol (UDP)—yang umum dipakai untuk panggilan suara dan video, permainan daring, serta siaran langsung—mengalami gangguan sangat signifikan. Kondisi ini, menurutnya, membuat banyak layanan VPN tidak lagi berfungsi normal atau menjadi sangat tidak stabil.

Farid juga menyampaikan bahwa lalu lintas Transmission Control Protocol (TCP), yang menjadi fondasi berbagai situs web dan layanan digital, dilaporkan mengalami gangguan berulang. Akibatnya, pengguna menghadapi unduhan yang terhenti, VPN yang terus terputus, hingga kesulitan mengakses layanan internet internasional. Ia menilai situasi tersebut pada akhirnya membuat akses internet global menjadi lebih mahal dan lebih rumit bagi masyarakat.

Gangguan berkepanjangan turut memukul sektor ekonomi digital Iran. Sejumlah perusahaan teknologi dan bisnis daring dilaporkan belum dapat beroperasi normal karena arus data antara jaringan domestik dan internasional masih bermasalah. Media ekonomi Iran juga melaporkan platform e-commerce, startup, dan perusahaan digital mengalami penurunan trafik seiring menurunnya visibilitas di mesin pencari seperti Google.

Masalah lain muncul ketika gangguan jaringan menghambat pembaruan otomatis sertifikat keamanan SSL pada situs web. Dampaknya, pengguna lebih sering menemukan peringatan keamanan seperti “Your connection is not private” saat mengakses sejumlah situs. Pelaku industri menilai kondisi ini dapat mengurangi kepercayaan pelanggan sekaligus memperlambat pemulihan sektor digital pascakonflik.

Meski akses internet internasional secara resmi disebut telah dipulihkan, banyak warga dan pengamat teknologi menilai Iran masih menghadapi layanan internet yang jauh dari normal. Bagi jutaan pengguna, pemadaman mungkin telah berakhir, tetapi dampaknya masih terasa dalam aktivitas digital sehari-hari.