Pembatasan akses internet di China kerap menjadi tantangan bagi pelancong. Sistem penyaringan dan pengawasan yang dikenal sebagai “The Great Firewall of China” dirancang untuk menyaring, memantau, dan mengontrol arus informasi internet di dalam wilayah Tiongkok.
Kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas harian wisatawan, mulai dari kesulitan berkomunikasi dengan rekan perjalanan, memberi kabar kepada keluarga di Indonesia, hingga mengandalkan peta digital untuk navigasi.
Salah satu langkah yang sering disarankan adalah mengunduh VPN (Virtual Private Network) sebelum berangkat. Namun, penggunaan VPN tidak selalu mulus karena koneksi dapat tidak stabil, lambat, atau bahkan mendadak diblokir oleh otoritas setempat ketika pengguna sudah berada di China.
Di tengah situasi tersebut, sebagian pelancong memilih paket internet roaming yang disebut telah dilengkapi fitur bypass pembatasan, salah satunya melalui layanan eSIM internasional Kurosim. Layanan ini diklaim memungkinkan akses ke aplikasi seperti WhatsApp dan Instagram tanpa perlu menyalakan VPN tambahan.
Selain itu, Kurosim disebut dapat dibeli dan diaktifkan sejak masih di Indonesia sehingga pengguna tidak perlu mengantre di bandara untuk mencari kartu SIM lokal yang memerlukan registrasi paspor. Layanan ini juga menyatakan dukungan jaringan 5G melalui kerja sama dengan operator telekomunikasi besar di China, serta menyediakan pilihan paket kuota yang bervariasi sesuai durasi perjalanan.
Dalam penggunaannya, pelancong cukup mengunduh aplikasi Kurosim melalui App Store atau Play Store, melakukan checkout dan instal eSIM. Setelah itu, koneksi internet diklaim dapat langsung aktif setibanya pesawat mendarat di China.