RYADH — Rangkaian AiDEA Weeks 2025 (AiW) menjadi momentum untuk melihat bagaimana kecerdasan buatan (AI) mulai bergerak dari ruang wacana menuju implementasi nyata, terutama bagi bisnis, industri kreatif, dan UMKM di Indonesia.
Dalam salah satu sesi, AI Driven Business Practioner sekaligus CEO Raveloux & Rave Tailor, Freddie Kashawan, menekankan pentingnya kesiapan berpikir sebelum memilih perangkat berbasis AI. “Yang paling penting sebelum pilih Ai Tools adalah fundamental thinking, kemampuan mapping problem mana yang bisa solve sendiri, mana yang menggunakan Ai,” kata Freddie Kashawan.
Dalam pembahasan di AiW, AI dipandang tidak hanya sebagai alat bantu, melainkan fondasi strategis untuk mendukung pengambilan keputusan, pemasaran, hingga inovasi produk.
Selama dua pekan sebelumnya, AiW juga membahas masa depan pekerjaan, kreativitas, seni, musik, dan budaya. Diskusi-diskusi tersebut menyoroti bagaimana teknologi AI memengaruhi produktivitas hingga identitas kultural, sekaligus membentuk pemahaman baru bahwa AI kian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.