BERITA TERKINI
AI dan Transformasi Digital Dinilai Penting untuk Dorong Pencegahan Penyakit dan Rumah Sakit Pintar di Vietnam

AI dan Transformasi Digital Dinilai Penting untuk Dorong Pencegahan Penyakit dan Rumah Sakit Pintar di Vietnam

Tema “Pencegahan Penyakit Proaktif – Untuk Vietnam yang Sehat” pada Hari Kesehatan Nasional pertama Vietnam, 7 April, menegaskan arah prioritas sektor kesehatan saat ini: pergeseran dari pola pikir yang berfokus pada pengobatan menuju pencegahan penyakit secara proaktif serta perawatan kesehatan berkelanjutan sepanjang siklus hidup.

Untuk mendukung tujuan tersebut, penerapan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital, termasuk konektivitas data antara pemerintah pusat dan daerah, dipandang krusial. Platform teknologi ini diharapkan memungkinkan catatan kesehatan setiap warga tersimpan dengan baik, sehingga dokter di berbagai tingkatan dapat memantau kondisi, memprediksi risiko sejak dini, dan memberikan saran pencegahan secara tepat waktu.

Dalam praktik kedokteran modern, AI mulai banyak diterapkan pada pencitraan diagnostik. Teknologi ini disebut dapat membantu mendeteksi lebih dini lesi kecil yang sulit terlihat pada film rontgen. Dengan berperan sebagai “pembaca kedua”, AI diklaim membantu dokter melihat lebih banyak temuan, lebih cepat, dan lebih akurat, sekaligus meningkatkan sensitivitas diagnostik.

Dr. Danniel Kvak, Chief Technology Officer (CTO) Carebot, menyebut sebuah studi berskala besar yang melibatkan analisis hampir 200.000 foto rontgen dada. Dalam studi tersebut, AI mendeteksi ratusan kasus kanker paru-paru yang sebelumnya tidak terdiagnosis dan meningkatkan sensitivitas pembacaan rontgen dari 76% menjadi 91%.

Meski demikian, pemanfaatan AI secara optimal dinilai bergantung pada kemampuan industri kesehatan mengelola data medis secara efektif. Rekam medis elektronik (electronic medical record/EMR) disebut sebagai sumber daya besar yang berpotensi merevolusi penelitian dan pengobatan apabila distandarisasi. Karena itu, prasyarat penting agar AI bekerja efektif adalah tersedianya platform data yang akurat dan tersinkronisasi.

Setelah persoalan data tertangani, sektor kesehatan disebut dapat secara bertahap membentuk ekosistem Rumah Sakit Pintar. Proses ini digambarkan melalui tiga tahap utama: digitalisasi (transformasi data), platformisasi (konektivitas data), dan intellitisasi (penerapan AI).

Contoh penerapan seperti sistem peringatan dini di unit perawatan intensif (ICU), lemari obat otomatis, serta konektivitas ambulans jarak jauh di berbagai negara digunakan untuk menegaskan bahwa transformasi digital tidak sebatas memasang teknologi secara terpisah. Transformasi tersebut menuntut pembangunan ekosistem menyeluruh guna mengoptimalkan operasional dan menghadirkan layanan yang lebih cepat serta efektif bagi pasien.

Secara keseluruhan, pendekatan ini diposisikan sebagai pedoman untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan kualitas pemeriksaan dan pengobatan, serta memperluas akses dan penerapan teknologi modern di rumah sakit. Fokusnya diarahkan pada layanan kesehatan cerdas yang berpusat pada pasien, sekaligus mempercepat pembangunan basis data kesehatan nasional menuju sistem layanan kesehatan yang modern, efisien, ramah, dan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.