BERITA TERKINI
261 Anak Yatim di Kembang Tanjong Terima Santunan, Camat Ingatkan Pengawasan Gadget

261 Anak Yatim di Kembang Tanjong Terima Santunan, Camat Ingatkan Pengawasan Gadget

Sebanyak 261 anak yatim dan piatu dari 45 gampong di Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, menerima santunan dalam kegiatan yang digelar di Masjid Nurul Mukmin, Minggu (24/5/2026). Kegiatan tersebut juga menjadi ruang penyampaian pesan moral tentang pentingnya pengawasan penggunaan handphone dan media sosial pada anak.

Camat Kembang Tanjong, Fauzi Harfa, menilai penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat berdampak pada pendidikan agama, adab, hingga kesehatan anak-anak. Ia menyebut tantangan yang dihadapi generasi saat ini lebih berat dibanding generasi sebelumnya, karena perhatian anak banyak tersita oleh handphone dan media sosial.

“Saya titip anak-anak yatim ini kepada ibu dan para orang tua wali untuk dijaga dan dididik dengan baik. Hari ini kita sedang digempur berbagai persoalan informasi global melalui handphone. Kalau tidak diawasi, anak-anak bisa kehilangan arah, akhlak dan semangat belajar,” kata Fauzi Harfa.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing anak menerima bantuan berupa 10 kilogram beras, sarung, sajadah, serta uang tunai Rp400 ribu per jiwa. Sejumlah unsur turut hadir, di antaranya Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPPI) M. Rasyid, Ketua PHBI Kembang Tanjong Abi Madi, Ketua Forum Keuchik Nazaeullah yang juga Keuchik Gampong Tanjong Krueng, perwakilan Kapolsek dan Koramil Kembang Tanjong, Ketua Forum Mukim Kembang Tanjong Yahya Husin, Kepala UPTD Puskesmas Kembang Tanjong dr. Zahara, sejumlah alim ulama, serta penceramah Tgk Zulfikar dari Pidie Jaya.

Fauzi Harfa menyampaikan bahwa kecanduan gadget tidak dapat dianggap sepele karena menyentuh aspek agama, sosial, dan kesehatan. Ia mengingatkan, anak yang terlalu sibuk dengan handphone dikhawatirkan menjauh dari Al-Qur’an, malas belajar agama, kurang hormat kepada orang tua, dan mulai kehilangan adab dalam pergaulan.

Dari sisi sosial, ia menilai penggunaan gadget berlebihan dapat mengurangi interaksi anak dengan keluarga maupun lingkungan. Menurutnya, kondisi itu berpotensi melemahkan hubungan sosial dan membuat anak lebih mudah terpengaruh hal-hal negatif dari luar.

Ia juga menyinggung dampak kesehatan yang mulai terlihat pada anak-anak yang terlalu lama menggunakan handphone, seperti kurang tidur, gangguan pada mata, malas bergerak, mudah emosi, dan sulit berkonsentrasi. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan sehari-hari.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Tgk Zulfikar mengajak masyarakat untuk terus memuliakan anak yatim dan menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa perhatian kepada anak yatim tidak berhenti pada acara santunan, melainkan juga mencakup pendidikan, akhlak, dan masa depan mereka.

Ia turut mengingatkan orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, serta menilai pendidikan agama dalam keluarga sebagai benteng utama menghadapi pengaruh negatif zaman.

Fauzi Harfa menegaskan anak yatim membutuhkan perhatian tidak hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga kasih sayang, pendidikan agama, dan pengawasan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan terima kasih kepada para pedagang toko emas di Sigli, Grong-grong, Beureunuen, Bireuen hingga Takengon, serta masyarakat penambang emas di Gempang dan Mane yang ikut berdonasi untuk kegiatan tersebut.

Selain dukungan masyarakat dan donatur perantauan, kegiatan santunan itu juga disebut mendapat dukungan bantuan Presiden yang disalurkan melalui Bupati Pidie, H Sarjani Abdullah, SH, MH, atas permohonan Camat Kembang Tanjong.